![]() |
| Gambar: Isim Dhomir |
Dhomir ialah kata ganti yang menunjukkan kepada makna dia, engkau, saya ataupun seseorang, dua atau banyak laki-laki atau perempuan. Dhomir berfungsi untuk menggantikan orang atau benda.
Dhomir
ada enam macam, yaitu:
1.
Dhomir
Rofa’ Munfashil (ضَمِيْرُرَفْعٍ مُنْفَصِلٌ)
2. Dhomir Rofa’ Muttashil (ضَمِيْرُ رَفْعٍ مُتَّصِلٌ)
3. Dhomir Nashob Munfashil (ضَمِيْرُ نَصْبٍ مُنْفَصِلٌ)
4. Dhomir Nashob Muttashil (ضَمِيْرُ نَصْبٍ مُتَّصِلٌ)
5. Dhomir Jar bil Idhofah (ضَمِيْرُ جَرٍّ بِالْإِضَافَةِ)
6. Dhomir Jar bil Harfi (ضَمِيْرُ جَرٍّ بِالْحَرْفِ)
Perincian, uraian dan penjelasan sebagai berikut :
1. Dhomir Rofa’ Munfashil
Munfashil artinya terpisah, dhomir munfashil berdiri
sendiri. Rofa’ sebab dhomir ini posisi biasanya sebagai mubtada’ (awalan) atau
juga bisa sebagai fa’il (subjek). Yang
termasuk dhomir rofa’ munfashil adalah:
o
هُوَ ialah dhomir mufrod mudzakkar ghoib, artinya: dia/ia, seorang laki-laki.
o
هُمَا ialah dhomir mutsanna mudzakkar ghoib,
artinya: mereka berdua, laki-laki.
o
هُمْ ialah dhomir jamak mudzakkar ghoib, artinya:
mereka, lebih dari dua (banyak), laki-laki.
o
هِيَ ialah dhomir mufrod muannats ghoibah,
artinya: dia/ia, seorang perempuan).
o
هُمَا ialah dhomir mutsanna muannats ghoibah, artinya:
mereka berdua, perempuan.
o
هُنَّ ialah dhomir jamak muannats ghoibah,
artinya: kalian, lebih dari dua (banyak), perempuan.
o
أَنْتِ ialah dhomir mufrod mudzakkar mukhotob, artinya:
kamu, seorang laki-laki.
o
أَنْتُمَا ialah dhomir mutsanna mudzakkar mukhotob,
artinya: kalian berdua, laki-laki.
o
أَنْتُمْ ialah dhomir jamak mudzakkar mukhotob,
artinya: kalian, lebih dari dua (banyak), laki-laki.
o
أَنْتَ ialah dhomir mufrod muannats mukhotobah,
artinnya: kamu, seorang perempuan.
o
أَنْتُمَا ialah dhomir mutsanna muannats mukhotobah,
artinya: kalian berdua, perempuan.
o
أَنْتُنَّ ialah dhomir jamak muannats mukhotobah,
artinya: kalian, lebih dari dua (banyak), perempuan.
o
أَنَا ialah dhomir mutakallim wahdah, artinya:
saya, laki-laki atau saya, perempuan.
o
نَحْنُ ialah dhomir mutakallim ma’al ghoir,
artinya kami atau kita, laki-laki atau perempuan.
Keterangan:
· Mufrod: satu, seorang.
· Mutsanna: dua, dua orang.
· Jamak: lebih dari dua orang, Banyak orang.
· Mudzakkar: laki-laki.
· Muannats:
perempuan.
· Ghoib: laki-laki yang tidak ada di tempat,
di mana ketika dibicarakan.
· Ghoibah: perempuan yang tidak ada di
tempat, di mana ketika dibicarakan.
· Mukhotob: laki-laki yang diajak berbicara.
· Mukhotobah: perempuan yang diajak
berbicara.
· Mutakallim wahdah: seorang yang berkata.
· Mutakallim ma’al ghoir: seorang yang
berkata tetapi melibatkan orang lain.
2. Dhomir Rofa’ Muttashil
Muttashil artinya bersambung, maksudnya dhomir
muttashil tidak dapat berdiri sendiri, ia harus bersambung dengan kata lain. Yang
termasuk dhomir rofa’ muttashil adalah:
o
فَعَلَ artinya : telah berbuat ia seorang
laki-laki. Di dalam fi’il ini terdapat makna yang menunjukkan adanya dhomir هُوَ .
o
فَعَلَا artinya : telah berbuat mereka berdua
laki-laki. Di dalam fi’il ini ada tambahan berupa alif di akhir yang
menunjukkan adanya dhomir هُمَا .
o
فَعَلُوْا artinya : telah berbuat mereka laki-laki
banyak. Di dalam fi’il ini ada tambahan berupa wau dan alif yang menunjukkan adanya dhomir هُمْ .
o
فَعَلَتْ artinya : telah berbuat seorang perempuan.
Di dalam fi’il ini ada tambahan berupa ta’ ta’nits sebagai tanda pelaku adalah perempuan dan menunjukkan adanya dhomir هِيَ .
o
فَعَلَتَا artinya : telah berbuat mereka berdua
perempuan. Di dalam fi’il ini ada tambahan berupa alif setelah ta’ yang menunjukkan adanya dhomir هُمَا.
o
فَعَلْنَ artinya : telah berbuat mereka perempuan
banyak. Di dalam fi’il ini ada nun yang serupa dengan makna dhomir هُنَّ .
o
فَعَلْتَ artinya : telah berbuat kamu seorang
laki-laki. Di dalam fi’il ini ada ta’ yang semakna dengan dhomir أَنْتَ.
o
فَعَلْتُمَا artinya : telah berbuat kalian berdua
laki-laki. Di dalam fi’il ini ada ta’, mim, alif yang berbunyi ”tumaa” yang
semakna dengan dhomir أَنْتُمَا.
o
فَعَلْتُمْ artinya : telah berbuat mereka laki-laki
banyak. “tum” di sini semakna dengan dhomir أَنْتُمْ.
o
فَعَلْتِ artinya : telah berbuat kamu seorang
perempuan. “ti” di sini semakna dengan dhomir أَنْتِ.
o
فَعَلْتُمَا artinya : telah berbuat kalian berdua
perempuan. “tuma” di sini semakna dengan dhomir أَنْتُمَا.
o
فَعَلْتُنَّ artinya : telah berbuat kalian perempuan
banyak. “tunna” di sini semakna dengan dhomir أَنْتُنَّ.
o
فَعَلْتُ artinya : telah berbuat saya seorang (laki-laki
atau perempuan). “tu” di sini semakna dengan dhomir أَنَا.
o
فَعَلْنَا artinya : telah berbuat mereka kami/kita
(laki-laki atau perempuan). “naa” di sini semakna dengan dhomir أَنَا.
3. Dhomir Nashob Munfashil
Dhomir ini nashob sebab posisinya sebagai maf’ul bih
(objek). Yang termasuk dalam dhomir nashob munfashil adalah:
o
إِيَّاهُ artinya : kepada dia seorang laki-laki.
o
إِيَّاهُمَا artinya : kepada mereka berdua laki-laki.
o
إِيَّاهُمْ artinya : kepada mereka banyak laki-laki.
o
إِيَّاهَا artinya : kepada dia seorang perempuan.
o
إِيَّاهُمَا artinya : kepada mereka berdua perempuan.
o
إِيَّاهُنَّ artinya : kepada mereka banyak perempuan.
o
إِيَّاكَ artinya : kepada kamu seorang laki-laki.
o
إِيَّاكُمَا artinya : kepada kamu berdua laki-laki.
o
إِيَّاكُمْ artinya : kepada kalian laki-laki.
o
إِيَّاكِ artinya : kepada kamu seorang perempuan.
o
إِيَّاكُمَا artinya : kepada kalian berdua seorang
perempuan.
o
إِيَّاكُنَّ artinya : kepada kalian banyak perempuan.
o
إِيَّايَ artinya : kepada saya laki-laki atau perempuan.
o
إِيَّانَا artinya : kepada kami/kita laki-laki atau
perempuan.
4. Dhomir Nashob Muttashil
Ialah dhomir yang berposisi sebagai maf’ul bih (objek)
dan bersambung dengan fi’il, misalnya bersambung dengan fi’il madhi yaitu
lafadz نَصَرَ seperti di bawah ini:
نَصَرَهُ نَصَرَهُمَا نَصَرَهُمْ نَصَرَهَا نَصَرَهُمَا
نَصَرَهُنَّ نَصَرَكَ نَصَرَكُمَا نَصَرَكُمْ نَصَرَكِ نَصَرَكُمَا نَصَرَكُنَّ
نَصَرَنِيْ نَصَرَنَا.
Keterangan:
· نَصَرَهُ artinya dia/ia telah menolong dia seorang
laki-laki. Begitu seterusnya sesuai arti yang telah disebutkan sebelumnya.
· Semua dhomir nashob muttashil tersebut
maknanya sama, begitupun ketika bersambung dengan fi’il mudhori’, fi’il amar,
dan fi’il nahi.
Bersambung dengan fi’il mudhori’ :
يَنْصُرُهُ يَنْصُرُهُمَا يَنْصُرُهُمْ يَنْصُرُهَا
يَنْصُرُهُمَا يَنْصُرُهُنَّ يَنْصُرُكَ يَنْصُرُكُمَا يَنْصُرُكُمْ يَنْصُرُكِ
يَنْصُرُكُمَا يَنْصُرُكُنَّ يَنْصُرُنِيْ يَنْصُرُنَا.
Bersambung dengan fi’il amar :
اُنْصُرْهُ اُنْصُرْهُمَا اَنْصُرْهُمْ اُنْصُرْهَا اُنْصُرْهُمَا
اُنْصُرْهُنَّ اَنْصُرْنِيْ اُنْصُرْنَا.
Bersambung dengan fi’il nahi:
لَا تَنْصُرْهُ لَا تَنْصُرْهُمَا لَا تَنْصُرْهُمْ لَا
تَنْصُرْهَا لَا تَنْصُرْهُمَا لَا تَنْصُرْهُنَّ لَا تَنْصُرْنِيْ لَا
تَنْصُرْنَا.
5. Dhomir Jar bil Idhofah
Yaitu dhomir yang bersambung dengan isim yang kemudian
menjadi idhofah (dua kata yang memiliki satu makna/frase). Semisal kata بَيْتٌ yang berarti: rumah.
بَيْتُهُ ، بَيْتُهُمَا ، بَيْتُهُمْ ، بَيْتُهَا ، بَيْتُهُمَا
، بَيْتُهُنَّ ، بَيْتُكَ ، بَيْتُكُمَا ، بَيْتُكُمْ ، بَيْتُكِ ، بَيْتُكُمَا ،
بَيْتُكُنَّ ، بَيْتِيْ ، بَيْتُنَا.
Keterangan:
· بَيْتُهُ artinya: rumah dia/rumahnya; dia seorang
laki-laki
· بَيْتُهُمَا artinya: rumah mereka berdua; mereka berdua
laki-laki
6. Dhomir Jar bil Harfi
Yaitu dhomir yang bersambung dengan huruf jar, yaitu: مِنْ , إِلَى , عَنْ ,عَلَى , فِيْ , الْبَاءُ (huruf ba’) , اللَّامُ (huruf lam) . Seperti di
bawah ini:
Bersambung dengan مِنْ :
مِنْهُ ، مِنْهُمَا ، مِنْهُمْ ، مِنْهَا ، مِنْهُمَا ،
مِنْهُنَّ ، مِنْكَ ، مِنْكُمَا ، مِنْكُمْ ، مِنْكِ ، مِنْكُمَا ، مِنْكُنَّ ، مِنِّيْ
، مِنَّا .
Bersambunng dengan إِلَى :
إِلَيْهِ ، إِلَيْهِمَا ، إِلَيْهِمْ ، إِلَيْهَا ، إِلَيْهِمَا
، إِلَيْهِنَّ ، إِلَيْكَ ، إِلَيْكُمَا ، إِلَيْكُمْ ، إِلَيْكِ ، إِلَيْكُمَا ،
إِلَيْكُنَّ ، إِلَيَّ ، إِلَيْنَا .
Bersambung dengan عَنْ :
عَنْهُ ، عَنْهُمَا ، عَنْهُمْ ، عَنْهَا ، عَنْهُمَا ،
عَنْهُنَّ ، عَنْكَ ، عَنْكُمَا ، عَنْكُمْ ، عَنْكِ ، عَنْكُمَا ، عَنْكُنَّ ، عَنِّيْ
، عَنَّا .
Bersambung dengan عَلَى :
عَلَيْهِ ، عَلَيْهِمَا ، عَلَيْهِمْ ، عَلَيْهَا ،
عَلَيْهُمَا ، عَلَيْهُنَّ ، عَلَيْكَ ،
عَلَيْكُمَا ، عَلَيْكُمْ ، عَلَيْكِ ، عَلَيْكُمَا ، عَلَيْكُنَّ ، عَلَيَّ ،
عَلَيْنَا .
Bersambung dengan فِيْ :
فِيْهِ ، فِيْهِمَا ، فِيْهِمْ ، فِيْهَا ، فِيْهِمَا ،
فِيْهِنَّ ، فِيْكَ ، فِيْكُمَا ، فِيْكُمْ ، فِيْكِ ، فِيْكُمَا ، فِيْكُنَّ ، فِيَّ
، فِيْنَا .
Bersambung dengan الْبَاءُ (huruf ba’) :
بِهِ ، بِهْمَا ، بِهِمْ ، بِهَا ، بِهِمَا ، بِهْنَّ ،
بِكَ ، بِكُمَا ، بِكُمْ ، بِكِ ، بِكُمَا ، بِكُنَّ ، بِيْ ، بِنَا .
Bersambung dengan اللَّامُ (huruf lam) :
لَهُ ، لَهُمَا ، لَهُمْ ، لَهَا ، لَهُمَا ، لَهُنَّ ،
لَكَ ، لَكُمَا ، لَكُمْ ، لَكِ ، لَكُمَا ، لَكُنَّ ، لِيْ ، لَنَا .
Keterangan :
· مِنْ artinya : dari.
·
إِلَى artinya : ke, kepada.
·
عَنْ artinya : dari.
·
عَلَى artinya : atas.
·
فِيْ artinya : di, di dalam.
·
الْبَاءُ (huruf ba’) artinya : dengan.
·
اللَّامُ (huruf
lam) artinya : milik, karena.
* arti bisa saja berubah-ubah sesuai
konteks kalimat.
Sekian pembahasan kita tentang Mengenal macam-macam dhomir. Semoga mudah dipahami dan memberi manfaat bagi pembaca. Salam.

Comments