BLANTERORIONv101

Macam-Macam Fi’il dari Jumlah Huruf Penyusunnya | Tsulatsi, Ruba’i, Khumasi, Sudasi

29 April 2021



Macam-Macam Fi’il dari Jumlah Huruf Penyusunnya | Tsulatsi, Ruba’i, Khumasi, Sudasi. Di dalam bahasa Arab ada pengklasifikasian kata kerja (fi’il) berdasarkan jumlah huruf penyusunnya. Paling tidak fi’il terdiri dari tiga huruf (tsulatsi), kemudian lebih dari itu ada yang empat huruf (ruba’i), lima huruf (khumasi), dan maksimal terdiri dari enam huruf (sudasi).

Jika kita coba cari padanan dalam bahasa Indonesia, tidak ada pengklasifikasian kata berdasarkan jumlah huruf. Huruf sebagai satuan terkecil dalam bahasa. Dalam bahasa Indonesia hanya ada pembahasan tentang satuan yang lebih besar dari huruf yaitu suku kata, misalnya pada kata “makan” terdapat 2 suku kata yaitu “ma” dan “kan”. Nah, di sini kita dapat mengerti perbedaannya.

1.     Fi’il Tsulatsi

Ialah fi’il yang terdiri dari tiga huruf dasar. Nah ,dalam bahasa Arab, minimal fi’il itu terdiri dari 3 huruf. Fi’il tsulatsi kemudian dibagi lagi menjadi 2 macam, Tsulatsi Mujarrod dan Tsulatsi Mazid.

Fi’il tsulatsi mujarrod ialah fi’il yang bebas dari huruf tambahan yakni hanya 3 huruf saja. Misalnya dalam firman Allah ta’ala  إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللهِ وَالْفَتْحُ . Kita lihat pada kata جَاءَ hanya terdiri dari tiga huruf yaitu jim, alif, dan hamzah.

 fi’il tsulasi mazid, ialah fi’il yang disamping 3 huruf aslinya juga terdapat tambahan huruf lain. Ada tiga macam fi’il tsulasi mazid sesuai banyaknya huruf tambahan ; 1 tambahan huruf, 2 huruf tambahan, dan 3 huruf tambahan. Huruf tambahan yang dimaksud adalah terkumpul dalam lafadz سَأَلْتُمُوْنِيْهَا .

Fi’il tsulatsi mazid dengan 1 tambahan huruf, contohnya : قَاتَلَ (mengikuti wazan فَاعَلَ) .

Fi’il tsulatsi mazid dengan 2 tambahan huruf, contohnya : تَكَلَّمَ (mengikuti wazan تَفَعَّلَ).

Fi’il tsulatsi mazid dengan 3 tambahan huruf, contohnya : اِسْتَكْبَرَ (mengikuti wazan اِسْتَفْعَلَ).

2.     Fi’il Ruba’i

Ialah fi’il yang terdiri dari 4 huruf dasar. Fi’il Ruba’i ada tiga macam yaitu fi’il ruba’i mujarrod, fi’il ruba’i mulhaq, dan fi’il ruba’i mazid.

1)     Fi’il ruba’i mujarrod, ialah fi’il yang terdiri dari 4 huruf dasar tanpa huruf tambahan, contoh : دَحْرَجَ , تَرْجَمَ , بَسْمَلَ (mengikuti wazan فَعْلَلَ).

2)     Fi’il ruba’i mulhaq, ialah fi’il yang setara dengan fi’il ruba’i mujarrod tapi terdapat tambahan huruf. Fi’il jenis ini bukan termasuk dalam bab fi’il ruba’i mazid. Contoh : حَوْقَلَ (mengikuti wazan فَوْعَلَ).

3)     Fi’il ruba’i mazid, ialah fi’il yang terdiri dari 4 huruf dasar/asal kemudian terdapat huruf tambahan lagi. Fi’il ruba’i mazid ada dua macam :

a)     Fi’il ruba’i mazid dengan 1 huruf tambahan, contoh : تَدَحْرَجَ , تَلَأْلَأَ (mengikuti wazan تَفَعْلَلَ).

b)     Fi’il ruba’i mazid dengan 2 huruf tambahan, contoh : اِحْرَنْجَمَ (mengikuti wazan اِفْعَنْلَلَ).

Berdasarkan jenis hurufnya, fi’il ruba’i terbagi lagi jadi dua macam :

Yang pertama : fi’il ruba’i shohih, ialah fi’il ruba’i yang bebas dari huruf-huruf ‘illat (alif, wawu, ya’), hamzah, dan tadh’if, contoh : دَحْرَجَ , دَرْبَخَ , جَعْفَلَ , بَسْمَلَ (mengikuti wazan فَعْلَلَ).

Yang kedua : fi’il ruba’i mudho’af, ialah fi’il ruba’i yang mengandung salah satu dari huruf-huruf ‘illat, hamzah, dan tadh’if, contoh : وَسْوَسَ , طَأْطَأَ (mengikuti wazan فَعْلَلَ).

3.     Fi’il Khumasi

Fi’il khumasi ialah fi’il yang terdiri dari 5 huruf secara keseluruhan, bukan berarti 5 huruf ini adalah huruf asli tetapi fi’il khumasi terbentuk dari fi’il tsulasi atau fi’il ruba’i yang terdapat tambahan huruf. Maka ada 2 kemungkinan bentuk fi’il khumasi :

o   Fi’il tsulatsi dengan 2 huruf tambahan, contoh : تَبَاعَدَ , تَوَاعَدَ , تَبَايَنَ (mengikuti wazan تَفَاعَلَ).

o   Fi’il ruba’i dengan 1 huruf tambahan, contoh : تَدَحْرَجَ  sebagaimana contoh sebelumya di atas (mengikuti wazan تَفَعْلَلَ).

Keduanya berjumlah 5 huruf, bukan?

4.     Fi’il Sudasi

Fi’il sudasi ialah fi’il yang terdiri dari 6 huruf secara keseluruhan, adakalanya terbentuk dari :

o   Fi’il tsulatsi dengan 3 huruf tambahan, contoh : اِسْتَغْفَرَ (mengikuti wazan اِسْتَفْعَلَ).

o   Fi’il ruba’i dengan 2 huruf tambahan, contoh : اِحْرَنْجَمَ (mengikuti wazan اِفْعَنْلَلَ).

Saya kira cukup demikian pembahaasan tentang Macam-Macam Fi’il dari Jumlah Huruf Penyusunnya | Tsulatsi, Ruba’i, Khumasi, Sudasi. Dari pembahasan ini kita jadi paham macam-macam jumlah huruf yang menyusun fi’il/kata kerja dalam bahasa Arab, pun juga batas jumlah terkecil dan terbesar yang menyusun fi’il. Semoga bermanfaat dan Salam.