BLANTERORIONv101

Pembagian Tashrif | Tashrif Isthilahi dan Tashrif Lughowi

31 December 2021



Pembagian Tashrif

Tashrif  adalah istilah besar, karena mencakup sebagian besar ruang lingkup Ilmu Shorof. Tashrif  dalam sebutannya di pesantren memiliki istilah lain yaitu Qiyasan/Tashrifan. Dalam pelajaran Ilmu Shorof, ulama’ telah membagi tashrif menjaadi dua macam, yaitu Tashrif Isthilahi dan Tashrif Lughowi.

1.     Tashrif Isthilahi, yaitu tashrifan untuk mengetahui sighot/bentuk dari suatu kalimah (kata). Atau dengan kata lain yaitu tashrifan/qiyasan yang diawali dengan fi’il madhi dan diakhiri dengan isim alat.

Contoh tashrifan istilahi,  yaitu:                                                                

 ·      فَعَلَ dinamakan Fi’il Madhi. Artinya telah berbuat ia/dia seorang laki-laki. Fi’il=kata kerja, madhi=lampau. Jadi fi’il madhi adalah perbuatan yang telah lalu atau yang sudah dikerjakan.

·      يَفْعُلُ dinamakan Fi’il Mudhori’.  Artinya sedang atau akan berbuat ia seorang laki-laki. fi’il mudhori’ ialah perbuatan sedang dikerjakan atau perbuatan yang akan dikerjakan.

·      فَعْلًا dinamakan Mashdar. Mashdar secara bahasa berarti sumber. Mashdar mempunyai arti pokok atau sumber dari semua kata, karena menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi.

·      مَفْعَلًا dinamakan Mashdar Mim. Artinya sama seperti mashdar sebelumnya hanya saja yang membedakan adalah sebab ada huruf mim di depan.

·      فَاعِلٌ dinamakan Isim Fa’il. Artinya ia seorang laki-laki (jika isim maf’ul  seorang manusia) yang berbuat. Isim fa’il ialah bentuk (sighot) yang serupa dengan subjek dalam sebuah kalimat.

·      مَفْعُوْلٌ dinamakan Isim Maf’ul. Artinya seorang laki-laki (jika isim maf’ul seorang manusia) sebagai sasaran perbuatan/objek.

·      اُفْعُلْ dinamakan Fi’il Amar yang berarti kata kerja perintah atau permohonan. Artinya “kerjakanlah/lakukanlah!”. Bentuk fi’il amar ini ditujukan untuk memerintah kepada seorang laki-laki.

·      لَا تَفْعُلْ dinamakan Fi’il Nahi  yang berarti kata kerja larangan. Artinya “jangan lakukan!”.  Fi’il nahi adalah kebalikan dari fi’il amar.

·      مَفْعَلٌ dinamakan Isim Zaman yang berarti masa/waktu. Ini adalah sighot yang mengindikasikan bentuk masa/waktu perbuatan.

·      مَفْعَلٌ dinamakan Isim Makan. Bentuk isim makan sama dengan isim zaman. Isim makan sendiri maksudnya adalah menunjukkan nama tempat.

·      مِفْعَلٌ dinamakan Isim Alat. Isim alat ialah sighot yang menunjukkan alat/perabot/perkakas dalam suatu perbuatan.

 

2.     Tashrif Lughowi, yaitu tashrifan /qiyasan untuk mengetahui pelaku (dhomir) dari suatu kalimah (kata). Tashrif Lughowi merupakan lanjutan dari setiap sighot kalimah yang terbentuk dari tashrif isthilahi.

Sebenarnya selain fi’il madhi, tashrif lughowi mencakup banyak sighot; seperti fi’il mudhori’,  isim fa’il, isim maf’ul, fi’il amar, dan fi’il nahi. Hanya kali ini saya tuliskan contoh tashrif lughowi dari fi’il madhi saja.

Contoh Tashrif lughowi dari fi’il madhi :

·      فَعَلَ (مفرد مذكّر غائب) artinya : telah berbuat ia seorang laki-laki. mengandung dhomir (هُوَ).

·      فَعَلَا (تثنية مذكر غائب) artinya : telah berbuat mereka berdua orang laki-laki. mengandung dhomir (هُمَا).

·      فَعَلُوْا (جمع مذكر غائب) artinya : telah berbuat mereka laki-laki banyak. Mengandung dhomir (هُمْ).

·      فَعَلَتْ (مفرد مؤنّث غائبة) artinya : telah berbuat ia seorang perempuan. Mengandung dhomir dhomir (هِيَ).

·      فَعَلَتَا (تثنية مؤنّث غائبة) artinya : telah berbuat mereka berdua orang perempuan. mengandung dhomir (هُمَا).

·      فَعَلْنَ (جمع مرنّث غائبة ) artinya : telah berbuat mereka perempuan banyak. Mengandung dhomir (هُنَّ).

·      فَعَلْتَ (مفرد مذكّر مخاطب) artinya : telah berbuat kamu seorang laki-laki. mengandung dhomir (أَنْتَ).

·      فَعَلْتُمَا (تثنية مذكّر مخاطب) artinya : telah berbuat kalian berdua laki-laki. Mengandung dhomir (أَنْتُمَا).

·      فَعَلْتُمْ (جمع مذكّر مخاطب) artinya : telah berbuat kalian (banyak orang). Mengandung dhomir (أَنْتُمْ).

·      فَعَلْتِ (مفرد مؤنّث مخاطبة) artinya : telah berbuat kamu seorang perempuan. Mengandung dhomir (أَنْتِ).

·      فَعَلْتُمَا (تثنية مؤنّث مخاطبة) artinya : telah berbuat kalian berdua orang perempuan. Mengandung dhomir (أَنْتُمَا).

·      فَعَلْتُنَّ (جمع مؤنّث مخاطبة) artinya : telah berbuat kalian perempuan (banyak). Mengandung dhomir (أَنْتُنَّ).

·      فَعَلْتُ (متكلّم وحده) artinya : telah berbuat saya laki-laki atau perempuan. mengandung dhomir (أَنَا).

·      فَعَلْنَا (متكلّم مع الغير) artinya : telah berbuat kami/kita laki-laki atau perempuan. mengandung dhomir (نَحْنُ).

Sekian pembahasan tentang Pembagian Tashrif. Semoga dapat bermanfaat bagi anda pembaca yang budiman. Wassalaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wabarakatuhu.