Pembagian
Tashrif
Tashrif adalah istilah besar, karena mencakup
sebagian besar ruang lingkup Ilmu Shorof. Tashrif dalam sebutannya di pesantren memiliki
istilah lain yaitu Qiyasan/Tashrifan. Dalam pelajaran Ilmu Shorof, ulama’ telah
membagi tashrif menjaadi dua macam, yaitu Tashrif Isthilahi dan Tashrif
Lughowi.
1.
Tashrif
Isthilahi, yaitu tashrifan untuk mengetahui sighot/bentuk dari suatu kalimah
(kata). Atau dengan kata lain yaitu tashrifan/qiyasan yang diawali dengan fi’il
madhi dan diakhiri dengan isim alat.
Contoh tashrifan istilahi, yaitu:
·
يَفْعُلُ dinamakan Fi’il Mudhori’. Artinya sedang atau akan berbuat ia seorang
laki-laki. fi’il mudhori’ ialah perbuatan sedang dikerjakan atau perbuatan yang
akan dikerjakan.
·
فَعْلًا dinamakan Mashdar. Mashdar secara bahasa
berarti sumber. Mashdar mempunyai arti pokok atau sumber dari semua kata,
karena menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi.
·
مَفْعَلًا dinamakan Mashdar Mim. Artinya sama seperti
mashdar sebelumnya hanya saja yang membedakan adalah sebab ada huruf mim di
depan.
·
فَاعِلٌ dinamakan Isim Fa’il. Artinya ia seorang
laki-laki (jika isim maf’ul seorang
manusia) yang berbuat. Isim fa’il ialah bentuk (sighot) yang serupa dengan
subjek dalam sebuah kalimat.
·
مَفْعُوْلٌ dinamakan Isim Maf’ul. Artinya seorang
laki-laki (jika isim maf’ul seorang manusia) sebagai sasaran perbuatan/objek.
·
اُفْعُلْ dinamakan Fi’il Amar yang berarti kata
kerja perintah atau permohonan. Artinya “kerjakanlah/lakukanlah!”. Bentuk fi’il
amar ini ditujukan untuk memerintah kepada seorang laki-laki.
·
لَا تَفْعُلْ dinamakan Fi’il Nahi yang berarti kata kerja larangan. Artinya
“jangan lakukan!”. Fi’il nahi adalah
kebalikan dari fi’il amar.
·
مَفْعَلٌ dinamakan Isim Zaman yang berarti
masa/waktu. Ini adalah sighot yang mengindikasikan bentuk masa/waktu perbuatan.
·
مَفْعَلٌ dinamakan Isim Makan. Bentuk isim makan
sama dengan isim zaman. Isim makan sendiri maksudnya adalah menunjukkan nama
tempat.
·
مِفْعَلٌ dinamakan Isim Alat. Isim alat ialah sighot
yang menunjukkan alat/perabot/perkakas dalam suatu perbuatan.
2. Tashrif Lughowi, yaitu tashrifan /qiyasan
untuk mengetahui pelaku (dhomir) dari suatu kalimah (kata). Tashrif Lughowi
merupakan lanjutan dari setiap sighot kalimah yang terbentuk dari tashrif
isthilahi.
Sebenarnya selain fi’il madhi, tashrif
lughowi mencakup banyak sighot; seperti fi’il mudhori’, isim fa’il, isim maf’ul, fi’il amar, dan
fi’il nahi. Hanya kali ini saya tuliskan contoh tashrif lughowi dari fi’il
madhi saja.
Contoh Tashrif lughowi dari fi’il madhi :
· فَعَلَ (مفرد مذكّر غائب) artinya : telah berbuat ia seorang laki-laki.
mengandung dhomir (هُوَ).
· فَعَلَا (تثنية مذكر غائب)
artinya : telah berbuat mereka berdua orang
laki-laki. mengandung dhomir (هُمَا).
· فَعَلُوْا (جمع مذكر غائب)
artinya : telah berbuat mereka laki-laki
banyak. Mengandung dhomir (هُمْ).
· فَعَلَتْ (مفرد مؤنّث غائبة)
artinya : telah berbuat ia seorang
perempuan. Mengandung dhomir dhomir (هِيَ).
· فَعَلَتَا (تثنية مؤنّث
غائبة) artinya : telah berbuat mereka berdua orang perempuan. mengandung dhomir
(هُمَا).
· فَعَلْنَ (جمع مرنّث غائبة )
artinya : telah berbuat mereka perempuan
banyak. Mengandung dhomir (هُنَّ).
· فَعَلْتَ (مفرد مذكّر مخاطب)
artinya : telah berbuat kamu seorang
laki-laki. mengandung dhomir (أَنْتَ).
· فَعَلْتُمَا (تثنية مذكّر
مخاطب) artinya : telah berbuat kalian berdua laki-laki. Mengandung dhomir (أَنْتُمَا).
· فَعَلْتُمْ (جمع مذكّر مخاطب)
artinya : telah berbuat kalian (banyak
orang). Mengandung dhomir (أَنْتُمْ).
· فَعَلْتِ (مفرد مؤنّث
مخاطبة) artinya : telah berbuat kamu seorang perempuan. Mengandung dhomir (أَنْتِ).
· فَعَلْتُمَا (تثنية مؤنّث
مخاطبة) artinya : telah berbuat kalian berdua orang perempuan. Mengandung dhomir
(أَنْتُمَا).
· فَعَلْتُنَّ (جمع مؤنّث مخاطبة)
artinya : telah berbuat kalian perempuan
(banyak). Mengandung dhomir (أَنْتُنَّ).
· فَعَلْتُ (متكلّم وحده)
artinya : telah berbuat saya laki-laki atau
perempuan. mengandung dhomir (أَنَا).
· فَعَلْنَا (متكلّم مع الغير)
artinya : telah berbuat kami/kita laki-laki atau perempuan. mengandung dhomir (نَحْنُ).
Sekian pembahasan tentang Pembagian
Tashrif. Semoga dapat bermanfaat bagi anda pembaca yang budiman. Wassalaamu
‘alaikum wa rahmatullahi wabarakatuhu.
Comments