BLANTERORIONv101

Mengenal Kalam atau Jumlah

24 March 2019
Gambar: Kalam dan Jumlah 


(Kalimat dan jenis-jenis kata dalam bahasa Arab)

Jumlah (الْجُمْلَةُ) atau Kalam (الْكَلَامُ)
Jumlah atau Kalam, dalam bahasa Indonesia kita kenal sebagai kalimat, adalah susunan dari dua kata atau lebih, diucapkan secara lisan ataupun dalam bentuk tulisan, kemudian memiliki pengertian yang utuh bagi pendengar atau pembaca. Begitu juga dalam bahasa Arab, paling tidak dalam sebuah kalimat mengandung dua kata di dalamnya, contoh:  الطَّعَامُ لَذِيْذٌ makanan itu lezat. Kalimat yang terdiri lebih dari dua kata, contoh: أَرْغَبُ فِيْكْ aku suka padamu. Jika sudah tersusun seperti pada contoh tersebut, maka itulah yang dimaksud dengan jumlah atau kalam. sebenarnya dari segi kata yang menyusunnya, jumlah dibagi menjadi dua, yakni jumlah ismiyah dan jumlah fi’liyah. Tetapi saya tidak sedang membahas tentang pembagian itu (semoga pada pembahasan tulisan berikutnya).

Kalimah (الْكَلِمَةُ)
Kalimah, dalam bahasa Indonesia kita kenal sebagai kata, adalah  memiliki tiga macam jenis:
1.     Isim (الْاِسْمُ)
Isim adalah kata yang menunjukkan makna pada dirinya sendiri, tidak terkait dengan waktu. Singkatnya adalah kata benda. Contoh: Ahmad, kucing, burung, desa, air, dan sebagainya. Dalam bahasa indonesia kita kenal sebagai kata benda. Misal: أَحْمَدْ يَشْرَبُ اْلمَاءَ  yang bergaris bawah itulah yang dinamakan isim.
2.     Fi’il (الْفِعْلُ)
Fi’il ialah kata yang menunjukkan makna pada kata itu sendiri, dan terkait dengan waktu yakni lampau, sekarang, dan yang akan datang. Singkatnya adalah kata kerja. Fi’il mempunyai empat macam yakni
1. fi’il madhi (kata kerja lampau),
misal: نَصَرَ أَحْمَدٌ أَنِيْسَةْ    Ahmad menolong Anisah
2. fi’il mudhori’(kata kerja sedang atau akan dilakukan),
misal:    يَقْرَأُ أَحْمَدٌ الْقُرْآنَ Ahmad membaca al-qur’an
3. fi’il amar (kata kerja perintah),
misal: اِقْرَأْ يَا مُحَمَّدٌ         bacalah wahai Muhammad   
4. fi’il nahi (kata kerja larangan/melarang),
      misal: لَا تَقْلَقْ يَا خَالِدٌ             jangan galau hei Khalid
3.     Huruf (الْحَرْفُ)
Huruf adalah kata yang menunjukkan makna pada selain kata itu sendiri, tidak memiliki tanda-tanda sebagaimana isim dan fi’il. Biasanya adanya huruf ini berfungsi sebagai kata penghubung/sambung dalam sebuah kalimat. Saya yakin stelah terbiasa menggunakan bahasa arab, terutama terkait bahasa tulisan maka akan sangat mudah mendeteksi huruf. Berikut ini contohnya:
أَنَا أَذْهَبُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ         saya berangkat ke sekolah
أَنَا أَرْجِعُ مِنَ السُّوْقِ            saya kembali dari pasar
يَدْرُسُ خَالِدٌ فِي الْجَامِعَةِ       Khalid belajar di kampus

            Demikianlah, tulisan ini disusun berdasarkan pemahaman penulis pribadi. Tentunya membutuhkan masukan anda jika menemukan kekeliruan guna menjadi perbaikan selanjutnya. Silahkan sumbang saran dan kritik anda di kolom komentar yang tersedia. Terima kasih dan salam.

Catatan: kalam atau jumlah=kalimat (susunan kata), kalimah=kata

Sumber:
Tarjamah matan al-ajurumiyah, misbah zainul musthofa
Al-bidayah fi ilm as-shorf, slamet daroini