(Kalimat dan jenis-jenis kata dalam bahasa Arab)
Jumlah (الْجُمْلَةُ) atau Kalam (الْكَلَامُ)
Jumlah atau Kalam, dalam bahasa Indonesia kita kenal sebagai
kalimat, adalah susunan dari dua kata atau lebih, diucapkan secara lisan
ataupun dalam bentuk tulisan, kemudian memiliki pengertian yang utuh bagi
pendengar atau pembaca. Begitu juga dalam bahasa Arab, paling tidak dalam
sebuah kalimat mengandung dua kata di dalamnya, contoh: الطَّعَامُ لَذِيْذٌ makanan itu lezat. Kalimat yang terdiri lebih dari dua kata, contoh:
أَرْغَبُ فِيْكْ
aku suka padamu. Jika sudah tersusun seperti pada contoh tersebut, maka itulah
yang dimaksud dengan jumlah atau kalam. sebenarnya dari segi kata yang
menyusunnya, jumlah dibagi menjadi dua, yakni jumlah ismiyah dan jumlah
fi’liyah. Tetapi saya tidak sedang membahas tentang pembagian itu (semoga
pada pembahasan tulisan berikutnya).
Kalimah (الْكَلِمَةُ)
Kalimah, dalam bahasa Indonesia kita kenal
sebagai kata, adalah memiliki tiga macam
jenis:
1. Isim (الْاِسْمُ)
Isim adalah kata yang menunjukkan makna
pada dirinya sendiri, tidak terkait dengan waktu. Singkatnya adalah kata benda.
Contoh: Ahmad, kucing, burung, desa, air, dan sebagainya. Dalam bahasa
indonesia kita kenal sebagai kata benda. Misal: أَحْمَدْ يَشْرَبُ اْلمَاءَ yang bergaris bawah itulah yang dinamakan isim.
2. Fi’il (الْفِعْلُ)
Fi’il ialah kata yang menunjukkan makna
pada kata itu sendiri, dan terkait dengan waktu yakni lampau, sekarang, dan
yang akan datang. Singkatnya adalah kata kerja. Fi’il mempunyai empat macam
yakni
1. fi’il madhi (kata kerja lampau),
misal: نَصَرَ أَحْمَدٌ أَنِيْسَةْ Ahmad menolong Anisah
2. fi’il mudhori’(kata kerja sedang atau
akan dilakukan),
misal: يَقْرَأُ أَحْمَدٌ الْقُرْآنَ Ahmad membaca al-qur’an
3. fi’il amar (kata kerja perintah),
misal: اِقْرَأْ يَا مُحَمَّدٌ bacalah
wahai Muhammad
4. fi’il nahi (kata kerja larangan/melarang),
misal: لَا تَقْلَقْ يَا خَالِدٌ jangan galau hei Khalid
3. Huruf (الْحَرْفُ)
Huruf adalah kata yang menunjukkan makna
pada selain kata itu sendiri, tidak memiliki tanda-tanda sebagaimana isim dan
fi’il. Biasanya adanya huruf ini berfungsi sebagai kata penghubung/sambung
dalam sebuah kalimat. Saya yakin stelah terbiasa menggunakan bahasa arab,
terutama terkait bahasa tulisan maka akan sangat mudah mendeteksi huruf.
Berikut ini contohnya:
أَنَا أَذْهَبُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ saya
berangkat ke sekolah
أَنَا أَرْجِعُ مِنَ السُّوْقِ saya kembali dari pasar
يَدْرُسُ خَالِدٌ فِي الْجَامِعَةِ Khalid
belajar di kampus
Demikianlah, tulisan ini disusun berdasarkan pemahaman
penulis pribadi. Tentunya membutuhkan masukan anda jika menemukan kekeliruan
guna menjadi perbaikan selanjutnya. Silahkan sumbang saran dan kritik anda di
kolom komentar yang tersedia. Terima kasih dan salam.
Catatan: kalam atau jumlah=kalimat (susunan kata), kalimah=kata
Sumber:
Tarjamah matan al-ajurumiyah, misbah zainul musthofa
Al-bidayah fi ilm as-shorf, slamet daroini

1 comment