BLANTERORIONv101

Mengenal Ilmu Shorof atau Tashrif (Morfologi)

16 March 2019
Gambar: Pengertian Ilmu Shorof




Pengertian (Bahasa dan Istilah)

Secara bahasa, shorof berasal dari kata at-tashrif (التصريف) yang paling tidak memiliki tiga alternatif makna yakni: perubahan, pergantian, atau perpindahan. Sedangkan secara istilah, kami nukil dari kitab klasik syarh Kailany sebagai berikut:
"اعلم أن التصريف في اللغة التغيير, وفي الصناعة تحويل الأصل الواحد إلى أمثلة مختلفة لمعان مقصودة لا تحصل إلا بها".        
             Maksudnya: bahwa tashrif  dalam bahasa berarti perubahan, secara istilah adalah perubahan bentuk satu (kalimah) asal , menjadi berupa perumpamaan/contoh-contoh (kalimah) yang beragam, tujuannya menghasilkan makna yang diinginkan. Dari pengertian ini mungkin akan timbul pertanyaan, seperti apakah perumpamaan/contoh-contoh yang dimaksud?
Untuk memperjelas pengertian yang dimaksud, saya telah mengambil sebagian contoh dari kitab yang akrab disebut ‘tashrifan jombang ‘ yakni kitab berjudul al-amtsilah at-tashrifiyah (الأمثلة التصريفية) karangan ulama’ nusantara, Ma’shum bin ‘Ali. Berikut ini sengaja saya sajikan dalam bentuk tabel, agar tersusun secara rapi dan semoga mudah dipahami:

التصريف الإصطلاحي
اِسْمُ الْآلَةِ
اِسْمُ الزَّمَانِ وَالْمَكَانِ
فِعْلُ النَّهِيِّ
فِعْلُ الْأَمْرِ
اِسْمُ الْمَفْعُوْلِ
اِسْمُ الْفَاعِلِ
مَصْدَرُ الْمِيْمِ
الْمَصْدَرُ
فِعْلُ الْمُضَارِعِ
فِعْلُ الْمَاضِيِّ
مِفْعَلٌ
مَفْعَلٌ2×
لاَ تَفْعُلْ
اُفْعُلْ
{وذاك} مَفْعُوْلٌ
{فهو}
فَاعِلٌ
وَمَفْعَلاً
فَعْلاً
يَفْعُلُ
فَعَلَ
مِنْصَرٌ
مَنْصَرٌ2×
لاَ تَنْصُرْ
اُنْصُرْ
{وذاك}
مَنْصُوْرٌ
{فهو}
ناصر
وَمَنْصَرًا
نَصْرًا
يَنْصُرُ
نَصَرَ


التصريف اللغوي

مُفْرَدٌ مُذَكَّرٌ غَائِبٌ
نَصَرَ
فَعَلَ
تَثْنِيَةٌ مُذَكَّرٌ غَائِبٌ
نَصَرَا
فَعَلاَ
جَمْعٌ مُذَكَّرٌ غَائِبٌ
نَصَرُوْا
فَعَلُوْا
مُفْرَدٌ مُؤَنَّثٌ غَائِبَةٌ
نَصَرَتْ
فَعَلَتْ
تَثْنِيَةٌ مُؤَنَّثٌ غَائِبَةٌ
نَصَرْتَا
فَعَلَتَا
جَمْعٌ مُؤَنَّثٌ غَائِبَةٌ
نَصَرْنَ
فَعَلْنَ
مُفْرَدٌ مُذَكَّرٌ مُخَاطَبٌ
نَصَرْتَ
فَعَلْتَ
تَثْنِيَةٌ مُذَكَّرٌ مُخَاطَبٌ
نَصَرْتُمَا
فَعَلْتُمَا
جَمْعٌ مُذَكَّرٌ مُخَاطَبٌ
نَصَرْتُمْ
فَعَلْتُمْ
مُفْرَدٌ مُؤَنَّثٌ مُخَاطَبَةٌ
نَصَرْتِ
فَعَلْتِ
تَثْنِيَةٌ مُؤَنَّثٌ مُخَاطَبَةٌ
نَصَرْتُمَا
فَعَلْتُمَا
جَمْعٌ مُؤَنَّثٌ مُخَاطَبَةٌ
نَصَرْتُنَّ
فَعَلْتُنَّ
مُتَكَلِّمٌ وَحْدَهُ
نَصَرْتُ
فَعَلْتُ
مُتَكَلِّمٌ مَعَ الْغَيْرِ أَوِ الْمُعَظِّمُ
نَصَرْنَا
فَعَلْنَا


            Dalam tabel tersebut kiranya kita dapat lebih memahami lebih jelas dan sederhana tentang apa yang dimaksud dengan perubahan kalimah yang terjadi. Perlu anda ketahui bahwa ‘kalimah’ dalam bahasa Arab adalah  kata dalam bahasa Indonesia. Kata itu sendiri bisa berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, dan lain sebagainya. Kali ini saya tidak bermaksud membahas tentang Kalimah dan pembagiannya (Insya Allah pada kesempatan berikutnya).
          Tashrif  Isthilahi, memuat perubahan bentuk kata dari fi’il madhi, fi’il mudhari’, mashdar, mashdar mim, isim fa’il, isim maf’ul, fi’il amar, fi’il nahi, isim zaman, isim makan, isim alat.  Ada yang menyebut tashrif ini dengan sebutan Tashrif Horizontal. Karena perubahan kata yang terjadi dari kanan (fi’il madhi) meng-arah hingga yang paling kiri (isim alat).
Tashrif  Lughowi, adalah perubahan bentuk kata yang didasarkan atas perubahan jumlah dan jenis pelakunya. Dari jumlah pelakunya, terbagi menjadi 3 (tiga) macam yakni: Mufrod(tunggal), Tatsniyah (dua), dan Jamak (tiga dan lebih). Sedangkan dari jenis pelakunya; Mudzakkar (laki-laki) dan Muannats (perempuan). Ada yang menyebut jenis tashrif ini sebagai Tashrif Vertikal karena perubahan yang terjadi adalah dari atas ke bawah.   
Untuk memperoleh gambaran yang jelas dan utuh tentang tashrif istilahi dan tashrif lughowi, saya sarankan untuk mempelajari kitab karangan beliau al-maghfurlah KH. Ma’shum bin Ali yang berjudul al-amtsilah at-tashrifiyah (arab: الأمثلة التصريفية).
Demikianlah,terima kasih telah berkenan membaca tulisan kami dengan seksama. semoga Allah menjadikan tiap ilmu yang kita peroleh menjadi berguna bagi diri kita dan orang lain. Sekian dan salam  

 Sumber:
al-amtsilah at-tashrifiyah, Ma'shum bin Ali
syarh Kailani, Ali bin Hisyam al-kailani