Bismillahirrahmanirrahim
Kita
awali pembahasan dengan sebuah pertanyaan, apa itu adad?
Adad adalah bilangan dalam bahasa arab yang bisa membilang suatu
jumlah benda. sedangkan ma’dud (yang dibilang) ialah benda yang dimaksud. Ada
dua macam bilangan dilihat dari segi fungsinya. Kam dan Tartib.
Jika Kam menunjukkan jumlah/seberapa banyak, maka tartib menunjukkan urutan.
Kita
lihat contoh di bawah ini:
· اِشْتَرَيْتُ تِسْعَةَ عَشَرَ كِتَابًا
(كم)
Saya telah membeli 19 buku
Contoh di atas menunjukkan pada jumlah
kitab/buku yang dibeli yakni sembilan belas (19)
· قَرَأْتُ الْجُزْءَ الرَّابِعَ مِنَ الْمَوْسُوْعَةِ (ترتيب)
Saya telah membaca bagian yang ke-empat
dari buku ensiklopedi
Contoh di atas menunjukkan pada urutan
yakni yang ke-empat
Macam-macam Adad
1. Adad Mufrod, ialah adad yang berdiri sendiri. artinya
adad tersebut belum bersambung dengan adad lainnya. Ia adalah bilangan 1-10,
seratus, seribu, hingga satuan juta, milyar,triliun. Lihat di bawah ini:
وَاحِدٌ1
اِثْنَانِ2 ثَلَاثُةٌ3
أَرْبَعَةٌ4
خَمْسَةٌ5 سِتَّةٌ6
سَبْعَةٌ7 ثَمَانِيَةٌ8 تِسْعَةٌ9 عَشَرَةٌ10
مِائَةٌ100 أَلْفٌ1000 مِلْيُوْنٌ1000.000 مِلْيَارٌ1000.000.000
Perhatikan adad mufrod di atas ditulis
dengan satu lafadz saja.
2. Adad
Murakkab, adalah
adad yang tersususn dari dua lafadz bersambung yang menunjukkan sebuah bilangan.
Adapun yang tergolong dalam adad ini adalah bilangan 11 hingga 19. Berikut ini:
اِحْدَى عَشَرَ11 اِثْنَا عَشَرَ12 ثَلَاثَةَ
عَشَرَ13 أَرْبَعَةَ عَشَرَ14 خَمْسَةَ
عَشَرَ15 سِتَّةَ عَشَرَ16 سَبْعَةَ
عَشَرَ17 ثَمَانِيَةَ عَشَرَ18 تِسْعَةَ عَشَرَ19
3. Adad Ma’thuf, merupakan adad yang terdiri dari dua
lafadz bersambung menunjukkan sebuah bilangan sebagaimana adad murakkab, tetapi
adad ini terdapat wau (و) ‘athaf di antara
kedua lafadznya. Berikut ini sebagian contoh adad ma’thuf:
وَاحِدٌ وَعِشْرُوْنَ21 اِثْنَانِ وَ ثَلاَثُوْنَ32 ثَلاَثَةٌ وَ أَرْبَعُوْنَ43 أَرْبَعَةٌ وَ خَمْسُوْنَ54 خَمْسَةٌ وَ سِتُّوْنَ65 سِتَّةٌ
وَسَبْعُوْنَ76 سَبْعَةٌ وَثَمَانُوْنَ87 ثَمَانِيَةٌ
وَ تِسْعُوْنَ98 تِسْعَةٌ وَتِسْعُوْنَ99
Di atas adalah sebagian contohnya,
sedangkan yang termasuk dari adad ma’thuf adalah keseluruhan bilangan-bilangan
dari 21 hingga 99.
4. Adad ‘Aqd atau ‘Uqud, ialah bilangan (adad)
yang merupakan kelipatan sepuluh/puluhan yakni 20,30,40,50,60,70,80,90. Dari
semua bilangan itu i’rabnya sesuai Jamak Mudzakkar Salim, berikut ini
bilangannya:
عِشْرُوْنَ20 ثَلاَثُوْنَ30 أَرْبَعُوْنَ40 خَمْسُوْنَ50 سِتُّوْنَ60 سَبْعُوْنَ70 ثَمَانُوْنَ80 تِسْعُوْنَ90
Yang dimaksud i’rabnya menyesuaikan Jamak
Mudzakkar Salim ialah karena ketika rofa’ ditandai dengan wau (و) dan nun (ن),
sedangkan ditandai dengan ya’ (ي) dan nun (ن) ketika nasob dan jarr, di bawah ini
adalah contohnya:
جاَءَ عِشْرُوْنَ رَجُلاً (Rofa’) أَطْعَمْتُ عِشْرِيْنَ رَجُلاً (Nashob) مَرَرْتُ بِعِشْرِيْنَ رَجُلاً (Jarr)
Hubungan antara Adad dengan Ma’dud berdasarkan
Mudzakkar-Muannatsnya
Ada tiga hal yang perlu diketahui dalam
kaidah adad-ma’dud hubungannya dengan muannats atau mudzakkar
nya suatu adad yang terkait dengan
ma’dud. Dalam hal ini ada tiga keadaan; muthobaqah, mukholafah, dan khiyar.
Ketiganya memiliki kaidahnya masing-masing.
Pertama, muthobaqah: dalam keadaan
ini, adad menyesuaikan ma’dudnya dalam hal mudzakkar-muannats nya. Yang
termasuk dalam kaidah ini adalah وَاحِدٌ(1) dan
اِثْناَنِ(2). Contoh:
1. جَاءَ رَجُلٌ وَاحِدٌ وَ مَرَرْتُ بِامْرَأَةً
وَاحِدَةً
2. اِشْتَرَيْتُ كِتاَبَيْنِ اِثْنَيْنِ وَ مِحْفَظَتَيْنِ
اِثْنَتَيْنِ
Kedua, mukholafah: dalam keadaan
ini, adad berbeda dengan ma’dudnya dalam hal mudzakkar-muannatsnya. Yang termasuk
dalam kaidah ini adalah bilangan ثَلَاثَةٌ(3)hingga تِسْعَةٌ (9).
Contoh:
1. نَاقَشْتُ الْأَمْرَ مَعَ ثَلاَثِ نِسَاءٍ
وَأَرْبَعَةِ رِجَالٍ
2. رَتَّبْتُ خَمْسَ طَاوِلَاتٍ وَ فَتَحْتُ
سَبْعَ نَوَافِذَ
Ketiga, khiyar: adad hanya memiliki satu
bentuk saja yakni selalu dalam bentuk mufrod dan selalu mudzakkar, tak peduli
mudzakkar ataukah muannats bentuk ma’dudnya, adad ini akan tetap pada bentuknya
yang bisa dibilang sebagai bentuk paten. Yang mengikuti kaidah ini adalah
sebagian adad mufrod; yakni مِائَةٌ,
أَلْفٌ, مِلْيُوْنَ,مِلْياَرٌ , dan keseluruhan dari
adad uqud (lihat ‘adad ‘aqd atau ‘uqud di atas) . Contoh:
1. حَصَلْتُ عَلَى مِائَةِ دِرْهَمٍ وَ
أَلْفِ تَحِيَّةٍ
2. قَرَأْتُ عِشْرِيْنَ كِتاَبًا وَأَرْبَعِيْنَ مَقَالَةً
Kaidah
Khusus Bilangan Sepuluh (عَشَرَةٌ)
Bilangan sepuluh/’asyaroh memiliki dua kaidah khusus,
berikut:
1. Apabila bilangan ‘asyaroh itu mufrod
(sendiri/tunggal), maka bentuknya berbeda dengan ma’dud dari segi
mudzakkar-muannats nya. Sedangkan,
2. Apabila bilangan ‘asyaroh itu murakkab/bersambung
dengan bilangan lain sehingga membentuk angka baru, maka bentuk bilangan harus
menyesuaikan dengan ma’dud yang ada (mudzakkar ataukah muannats )
Contohnya berikut ini:
فِي السَّاحَةِ عَشَرَةُ أَوْلاَدٍ وَ عَشْرُ
فَتَيَاتٍ (Mufrod)
وَأَحَدَ عَشَرَ
أُسْتَاذاً وَإِحْدَى عَشْرَةَ أُسْتَاذَةً (Murakkab)
Demikianlah tulisan singkat kami, semoga
mudah dimengerti, dipahami, dan membawa manfaat bagi pembaca sekalian. Sebelum saya akhiri tulisan ini, saya menawarkan sebuah buku kepada Anda para pembaca. Jika Anda ingin mempelajari bahasa Arab dan bingung mulai dari mana, saya rekomendasikan Anda untuk membeli buku Pengantar Memahami Matan Al-jurumiyah. Buku ini mengantarkan Anda untuk memahami sistem sintaksis di dalam bahasa Arab. Ketika Anda memahami isinya, minimal ada 3 yang anda bisa lakukam. Yang Pertama: Anda akan tahu alasan setiap kata dalam bahasa Arab memiliki harakat tertentu. Kedua: Anda akan tahu posisi-posisi kata dalam sebuah kalimat. Ketiga: Anda selangkah lagi mulai mampu membaca Kitab Kuning atau literatur keislaman berbahasa Arab, dan masih banyak lagi turunan manfaat yang akan Anda peroleh tentunya. Anda bisa membeli buku tersebut di Shopee melalui link Shopee ini seharga Rp.45.000. Dengan manfaat yang begitu banyak, buku ini terbilang murah bukan? lebih murah dibandingkan kuota internet yang habis dalam sebulan hehee. Sekian saya akhiri Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu.
Sumber Tulisan:
Kanal Youtube قناة اللغة العربية
Link Video: https://youtu.be/fLlzPjT3rMs

4 comments