BLANTERORIONv101

Perbedaan antara Isim, Fi'il, dan Huruf

15 February 2020
     
  
Gambar : Perbedaan antara Isim, Fi'il, dan Huruf



  Jika kita telah tahu bahwa ada 3 jenis kalimah penyusun kalam yakni: isim, fi’il, huruf, maka pada kesempatan kali ini kita akan bahas tanda-tanda yang membedakan ketiga jenis kalimah tersebut. mengetahui tanda-tanda ini berfungsi untuk mendeteksi mana yang termasuk isim, mana fi’il dan huruf dalam sebuah kalam (kalimat bahasa arab). Berikut ini adalah penjelasan yang kami ambil dari kitab ‘ syarh mukhtashar jiddan ‘ala matni al ajurumiyah’ karya Ahmad Zaini Dahlan :
1.     Isim
Isim adalah kalimah (kata) dalam bahasa arab yang menunjukkan makna pada makna pada dirinya sendiri, dan tidak terkait dengan waktu. Isim dapat diketahui dengan ciri: khafad, tanwin, masuknya alif dan lam (al ta’rif), dan masuknya huruf khafad. 4 ciri ini yang membuat isim berbeda dengan fi’il dan huruf.
·       Ciri yang pertama adalah khafad, contohnya:  مَرَرْتُ بِزَيْدٍ وَ غُلاَمِ زَيْدٍ kata ‘zaid’ dibaca ‘zaidin’ (majrur/khafad) karena ada huruf ba’ sebelumnya. Begitu pula kata ‘ghulam’ dibaca 'ghulami’ (majrur/khafad) karena ba’ tersebut. kata zaid dan ghulam, keduanya adalah isim karena adanya tanda khafad yaitu kasrah dan kasrotain.
·       Ciri yang kedua adalah tanwin (yang termasuk tanwin: fathatain, kasrotain, dhommatain), contohnya: زَيْدٌ وَ رَجُلٌ  kata zaidun dan rajulun keduanya adalah isim karena menyandang tanwin.
·       Ciri yang ketiga adalah karena masuknya alif dan lam (al ta’rif),
contohnya: الرَّجُلُ وَ الْغُلاَمُ  kata ar rajulu dan al ghulamu, keduanya termasuk isim dikarenakan adanya al-ta’rif.
·       Ciri keempat adalah masuknya huruf khafad, contohnya: مَرَرْتُ بِزَيْدٍ  huruf ba’ pada kata ‘bizaidin’ adalah termasuk huruf khafad. Huruf khafad berfungsi mengkasrohkan (jarr) huruf akhir sebuah kata. Huruf khafad yang disebutkan di dalam matan al-ajurumiyah adalah مِنْ , إِلَى, عَنْ, فِيْ, رُبَّ, (ب) ba’, (ك) kaf, (ل) lam dan tiga huruf qosam yakni (و) wawu, (ب) ba’, dan (ت) ta’.
2.     Fi’il
Fi’il adalah sebuah kalimah (kata) dalam bahasa arab yang menunjukkan makna pada dirinya sendiri dan terkait dengan zaman (waktu). Jika fi’il ini menunjukkan waktu lampau (sudah terjadi), maka disebut dengan fi’il madhi, sedangkan jika menunjukkan waktu yang sedang atau akan datang maka disebut dengan fi’il mudhori’, dan jika menunjukkan permintaan/perintah sesuatu maka disebut fi’il amr. Ada beberapa ciri yang membuat fi’il berbeda dengan isim dan huruf.
·       Ciri fi’il yang pertama ditandai dengan adanya قَدْ. Contoh pada fi’il madhi: قَدْ قَامَ dan contoh pada fi’il mudhori’ : قَدْ يَكُوْنُ . Kedua contoh tersebut (kata ‘qoma’ dan ‘yaqumu’) adalah fi’il.
·       Ciri fi’il yang kedua ditandai dengan adanya س (sin) dan سَوْفَ . Kedua ciri ini khusus untuk fi’il mudhori’. Contohnya: سَيَقُوْمُ زَيْدٌ dan سَوْفَ يَقُوْمُ زَيْدٌ kata ‘yaqumu adalah fi’il.
·       Ciri fi’il yang ketiga ialah ditandai dengan ta’ ta’nis. Ciri ini dikhususkan untuk fi’il madhi. Contoh: قَامَتْ فَاطِمَة.
3.     Huruf
Huruf adalah sebuah kalimah (kata) yang menunjukkan makna selain dirinya. Menurut hemat penulis, huruf biasanya adalah kata penghubung. Baru memiliki makna jika sudah dihubungkan pada kata lainnya. Ia tak memiliki ciri khusus, hanya perlu diingat apa saja yang termasuk huruf. Huruf yang di maksud bukanlah huruf tetap (mabaniy) yaitu huruf hijaiyah, melainkan huruf yang dimaksud adalah yang memiliki makna jika disambung. Seperti huruf khafad/huruf jarr: مِنْ , إِلَى, عَنْ, فِيْ, رُبَّ,(ب) ba’, (ك) kaf, (ل) lam dan tiga huruf qosam yakni (و) wawu, (ب) ba’, dan (ت) ta’. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Semoga Bermanfaat.