BLANTERORIONv101

Maf'ul Liajlih

1 September 2020
Gambar: Maf'ul Liajlih


Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh
         Kesempatan kali ini kita akan bahas tentang al-maf’ul liajlih atau (sebutan lain) maf’ul min ajlih atau maf’ul lahu. Di bagian awal berupa pengertian beserta contoh-contohnya, kemudian barulah penerapannya beserta contoh-contoh. 
Pengertian
Berikut adalah pengertian al-maf’ul liajlih  dalam teks Arab: 
هُوَ الْمَصْدَرُ الْقَلْبِيُّ الْمَنْصُوْبُ الّذِيْ يُذْكَرُ بَيَانًا لِسَبَبِ وُقُوْعِ الْفِعْلِ 
         Bahwa al-maf’ul liajlih ialah mashdar qolbi, memiliki i’rabnya nashob, yang keberadaannya bertujuan untuk menjelaskan alasan adanya fi’il (kata kerja) sebelumnya. Jika demikian pengertiannya, lantas apa itu mashdar qolbi? 
Mashdar qolbi ialah mashdar yang bersumber dari kata kerja hati (batin). Bukan berasal dari perilaku fisik anggota tubuh yang terlihat. Apa contohnya? Contohnya di bawah ini:
حُبٌّ   : Cinta
كُرْهٌ : Ketidaksenangan
بُغْضٌ : Kemarahan  
حَسَدٌ : Dengki
خَشْيَةٌ : Ketakutan
رَغْبَةٌ : Kehendak
طَمَعٌ : Ketamakan/Keserakahan
حَذَرٌ : Waspada/Khawatir
اِحْتِرَامٌ: Kemuliaan
         Dari contoh-contoh tersebut kiranya kita sudah paham dengan apa itu mashdar qolbi. Paling tidak dari artinya saja kita sudah tahu yang dimaksud perilaku hati yang penulis istilahkan sebelumnya. Selanjutnya sebagai pembeda, akan penulis contohkan mashdar-mashdar yang bersumber dari kata kerja lahir, yakni perilaku/tindakan anggota tubuh yang mampu dicerap dengan penglihatan (أفعال الأعضاء الظاهرة). Contohnya di bawah ini:
قِرَاءَةٌ     :  Bacaan
كِتَابَةٌ : Tulisan
أَكْلٌ : Makanan
شَرْبٌ : Minuman
مَشْيٌ : Berjalan
جَرْيٌ : Lari
         Dari contoh tersebut kemudian kita mampu memahami bahwa contoh di atas itu adalah mashdar yang berasal dari kata kerja yang bisa dilihat. Misal anda sedang membaca buku, kita tau anda sedang membaca. Menulis, makan, minum berjalan, dan seterusnya. Nah kita cukup tahu saja perbedaan tersebut bertujuan untuk lebih memahami lebih mantap tentang mashdar qolbi tadi, yang menjadi penentu kita memahami tema kita kali ini yaitu al-maf’ul liajlih. Agar tak terlalu panjang, yuk lansung saja ke contoh-contoh penerapan al-maf’ul liajlih?!.
Contoh-contoh al-Maf’ul Liajlih dalam Jumlah (kalimat):
خَفَضْتُ صَوْتِيْ اِحْتِرَامًا لِأَبِيْ
Aku memelankan suaraku untuk menghormati ayahku
سَافَرْتُ إِلَى مَكَّةَ رَغْبَةً فِيْ الْحَجِّ
Aku pergi ke Mekah karena ingin sekali berhaji
أَقْلَعْتُ عَنِ الْمَعَاصِيْ خَوْفًا مِنَ اللهِ
Aku meninggalkan maksiat karena takut pada Allah
سَجَدَ مُحَمَّدٌ شُكْرًا للهِ
Muhammad bersujud sebagai wujud syukur kepada Allah
عَمِلْتُ بِالتِّجَارِ طَمَعًا فِيْ الْمَالِ
Aku berdagang sebab mendambakan harta
*jadi sekali lagi bahwa al-maf’ul liajlih (yang berupa mashdar qolbi) yang tertulis tebal adalah sebab/alasan dilakukannya pekerjaan tertentu. Dari sini sudah paham?
Contoh-contoh dalam al-Qur’an al-Karim :
{يَجْعَلُوْنَ اَصَابِعَهُمْ فِيْ آذَانِهِمْ مِنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتْ }
{وَ لاَ تَقْتُلُوْا اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ}
{لاَ تُبْطِلُوْا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَ الْاَذَا كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ}
{وَ مِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِيْ نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللهِ}
{وَدَّ كَثِيْرٌ مِنْ اَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّوْنَكُمْ مِنْ بَعْدِ اِيْمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ}
*Untuk arti contoh yang berasal dari al-Qur’an silahka cari sendiri ya?! hehee
         Demikianlah  penjelasan singkat tentang materi al-maf’ul liajlih. Penulis berharap agar tulisan ini mudah dipahami serta memiliki faidah dan manfaat bagi pembaca. Jika ada yang belum paham terkait materi, silahkan tulis di komentar, yah. Terima kasih. Wassalamu ’alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh.