BLANTERORIONv101

Yuk Kenali Lebih Dalam Apa itu Ilmu Balaghoh

7 January 2021



Yuk Kenali Lebih Dalam Apa itu Ilmu Balaghoh. Berbicara tentang ilmu tentulah tidak ada kata berhenti atau habisnya karena harus selalu mencari dan terus mencari ilmu. Terlebih lagi jika yang dicari itu adalah ilmu tentang agama tentunya tidak ada kata berhenti untuk memperdalamnya. Baik di pesantren besar atau kecil akan mempelajari tentang bahasa arab yang kemungkinan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memahaminya bagi sebagian orang. Seperti ilmu Balaghoh berarti ilmu yang mempelajari tentang hal ihwal dalam bahasa arab sesuai tuntutan kondisi dan situasi.

Ilmu Balaghoh sendiri telah dikenal sejak lama di perkembangan sastra arab yang pertama kali dikembangkan Abd Al-Qohir Al-Jurzanji yang objek kalimatnya menggunakan bahasa arab. Secara leksikal atau etimologi kata Balaghoh artinya adalah sampai. Sedangkan yang perlu diketahui tentang terminologis artinya suatu kalām dengan kondisi dan situasi yang disertai kefasihan tinggi bebas dari dha'fu al-ta'lif (lemah susunan), dan tidak ta'qid (rumit atau kerancuan) maknawi al-lafzi. Balaghoh adalah ilmu yang mempelajari atau mengkaji kata pada saat berdiri sendiri ataupun berhubungan dengan kata lain.

Akan tetapi, juga mengkaji keindahan, penempatan kata, dan keserasiannya sehingga materinya lebih luas daripada ilmu sharaf dan ilmu nahwu. Ilmu Balaghoh sendiri terdiri atau tersusun dari ilmu bayan, ma'ani, dan badi'. Dan perlu anda simak bahwa Ilmu-ilmu tersebut disusun untuk menjelaskan keindahan serta keistimewaan susunan bahasa Al-Quran dan segi kemukjizatannya.

Berikut Ini Cabang-cabang Ilmu Balaghoh

Cabang Ilmu Balaghoh yang Pertama adalah Ilmu Bayan

Ilmu bayan adalah kaidah-kaidah atau dasar yang menjelaskan keinginan tercapainya satu makna yang menggunakan bermacam-macam gaya bahasa atau metode yang lebih bertujuan menjelaskan secara rasionalitas yang semanis dengan maknya tersebut. Objek sendiri dari ilmu bayan terdiri dari 3, yaitu Tasybih, Majaz Lughawi, dan Kinayah. Al-Tasybih adalah pengembangan seni bertujuan untuk mendekatkan dan menjelaskan suatu pemahaman. Tasybih sendiri merupakan ungkapan yang menerangkan adanya kesamaan sifat di antara suatu hal dengan menggunakan tanda atau kata sandang Kaf (bak/laksana) dan lainnya yang sejenis baik secara tersurat atau tertulis ataupun tersirat atau lisan.

Objek dari Ilmu Bayan dari Cabang Balaghoh selanjutnya adalah Majaz Lughawi yang secara terminologi artinya nominal yang dimaksudkan untuk menunjuk sesuatu tetapi yang bukan makna tekstual karena adanya kecocokan diantaranya. Majaz ini terbagi menjadi 2, yaitu  isti'arah yang bersifat serupa dan mursal yang pemahamannya bersifat tidak serupa. Sedangkan Kinayah secara etimologi artinya sesuatu yang dibicarakan oleh orang lain tetapi dengan maksudnya lain. Atau ujarannya tidak menggunakan makna yang sesungguhnya, akan tetapi tetap diperbolehkan karena tidak ada indikasi yang melarang keinginan pemaknaan haqiqi.

Cabang Ilmu Balaghoh Kedua Ilmu Badi'

Perlu anda ketahui bahwa Ilmu Badi' adalah ilmu yang mempelajari tentang beberapa model keindahan stylistika dengan menggunakan beberapa bentuk ornamen perhiasan kalimat sehingga menjadi lebih indah dan bagus. Kalimat dengan kesantunan dan juga keindahan setelah disesuaikan dengan kondisi dan situasinya. Objek dari cabang ilmu ini terdiri dari 2, yaitu al muhassinat al lafzhiyah atau keindahan ujaran dan Al muhassinat al-maknawiyah atau keindahan makna. Al muhassinat al lafzhiyah adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk ungkapan dengan model keindahan pada bentuk kata-kata yang digunakannya.

Seperti Jinas yang artinya adalah kesamaan dua kata dalam pelafalan namun maknanya berbeda. Yang dimana Saj artinya yaitu terdiri dari dua kalimat bahkan lebih yang mempunyai akhiran kalimat yang sama hurufnya yang sering disebut fashilah dan setiap kalimat disebut fagrah. Tarshi artinya adanya kesamaan di antara lafadz dalam fagrah pertama dengan fagrah selanjutnya dalam wazan dan qafiyahnya. Dan ada lagi yaitu tasythir dimana adalah ketika pembagian penyair terhadap shadr dan 'ajuz syair yang menjadi 2 bagian dan antara shadr dan 'ajuz dibuat berbeda. Sedangkan objek dari cabang Ilmu Balaghoh selanjutnya adalah al Muhassinat al-Maknawiyah yang artinya mempelajari tentang bentuk ungkapan dengan model keindahan pada makna kata-kata yang digunakannya.

Diantaranya adalah Al-Tauriyah yang ujarannya mempunyai 2 makna, yaitu pertama dekat dengan penunjukan ujaran yang tampak dan kedua maknanya jauh berbeda dan penunjukannya menggunakan makna tersirat. Thibag artinya terkumpulnya suatu kata dengan lawan katanya dalam sebuah kalimat. Muqabalah artinya membuat susunan dua makna atau lebih dan selanjutnya membuat makna kalimat yang berbeda dengan sebelumnya dengan berurutan. Husnu al-ta'lil artinya pengingkaran seorang sastrawan secara tersirat atas sebuah konvensi dan mendatangkan konvensi sastra baru tujuannya sesuai dengan keinginannya. Dan yang terakhir adalah Uslub al-Hakim yang terjadi ketika orang diajak berbicara menjawab sesuatu dan tidak sesuai dengan yang diharapkannya.

Cabang Ilmu Balaghoh yang Ketiga adalah Ilmu Ma'ani

Selanjutnya dari Cabang Ilmu Balaghoh yang ketiga merupakan ilmu yang mempelajari dasar-dasar dan kaidah-kaidah yang menjelaskan tentang pola kalimat bahasa Arab yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi serta tujuan dikehendakinya. Cabang ilmu ini bertujuan untuk tidak menciptakan atau adanya kesalahpahaman pemaknaan dari lawan bicaranya terhadap kalimat yang diucapkannya. Objeknya terdiri dari 4, yaitu Kalam Khabar yang artinya kalimat yang bisa dikatakan dengan jujur atau bohong oleh orang yang bertanya, sering disebut juga dengan kalimat berita. Dikatakan jujur apabila sesuai dengan fakta atau kebenaran dan sebaliknya, bohong jika tidak sesuai fakta. Kalimat berita ada beberapa tujuan, antara lain mendapatkan atau permohonan belas kasihan, penyesalan, dan memperlihatkan kepasrahan atau kelemahannya.

Objek yang kedua adalah Kalam Insya yang artinya kalimat tidak bisa dinilai berbohong ataupun jujur yang terdiri dari thalaby dan ghair thalaby. Objek selanjutnya Al-Qashar yang artinya mengkhususkan sesuatu dengan yang lainnya dengan cara yang tentunya juga khusus. Kata pertama yang mengkhususkan adalah al-maqsur dan kata kedua yang dikhususkan adalah al-maqsur 'alaihi. Dan objek yang terakhir adalah Ijaz, Ithnab, dan Musawah yang artinya Ijaz dibalik kalimat yang pendek terdapat makna yang luas. Ithnab adalah menambah kata yang ada di makna sesungguhnya dengan tujuan tertentu. Sedangkan Musawah maknanya sepadan atau sama dengan kata-katanya yang artinya tidak dilebihkan dan dikurangi.

Itulah 3 cabang dari ilmu Balaghoh yang harus diketahui terlebih dahulu sebelum mempelajarinya lebih dalam lagi. Dengan begitu, akan lebih mudah memahaminya. Anda juga perlu mengetahui apa manfaatnya jika mempelajari ilmu Balaghoh ini, yaitu untuk menyampaikan makna dalam sebuah kata atau kalimat secara jelas dan sempurna hingga membuat pembaca atau pendengar tersentuh ke dalam hatinya.

Dengan keindahannya baik dari ungkapan yang menceritakan kegembiraan dan kekaguman ataupun penyajiannya yang bagus kemungkinan besar akan membuat siapapun tertarik untuk mempelajarinya atau membaca dan mendengarkannya. Dengan ilmu Balaghoh tentunya akan membuat minat santri atau pelajar lainnya untuk mendalami ilmu bahasa arabnya meningkat karena jika sudah mengetahuinya akan terasa menyenangkan saat mempelajarinya. Sehingga tidak akan merasa berat lagi untuk memperdalam bahasa arabnya.