Yuk Kenali Lebih Dalam Apa itu Ilmu Balaghoh. Berbicara tentang ilmu tentulah tidak ada kata berhenti atau habisnya karena harus selalu mencari dan terus mencari ilmu. Terlebih lagi jika yang dicari itu adalah ilmu tentang agama tentunya tidak ada kata berhenti untuk memperdalamnya. Baik di pesantren besar atau kecil akan mempelajari tentang bahasa arab yang kemungkinan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memahaminya bagi sebagian orang. Seperti ilmu Balaghoh berarti ilmu yang mempelajari tentang hal ihwal dalam bahasa arab sesuai tuntutan kondisi dan situasi.
Ilmu
Balaghoh sendiri telah dikenal sejak lama di perkembangan sastra arab yang
pertama kali dikembangkan Abd Al-Qohir Al-Jurzanji yang objek kalimatnya
menggunakan bahasa arab. Secara leksikal atau etimologi kata Balaghoh artinya
adalah sampai. Sedangkan yang perlu diketahui tentang terminologis artinya
suatu kalām dengan kondisi dan situasi yang disertai kefasihan tinggi bebas
dari dha'fu al-ta'lif (lemah susunan), dan tidak ta'qid (rumit atau kerancuan)
maknawi al-lafzi. Balaghoh adalah ilmu yang mempelajari atau mengkaji kata pada
saat berdiri sendiri ataupun berhubungan dengan kata lain.
Akan
tetapi, juga mengkaji keindahan, penempatan kata, dan keserasiannya sehingga
materinya lebih luas daripada ilmu sharaf dan ilmu nahwu. Ilmu Balaghoh
sendiri terdiri atau tersusun dari ilmu bayan, ma'ani, dan badi'. Dan perlu anda simak bahwa Ilmu-ilmu tersebut disusun untuk menjelaskan keindahan serta
keistimewaan susunan bahasa Al-Quran dan segi kemukjizatannya.
Berikut
Ini Cabang-cabang Ilmu Balaghoh
Cabang Ilmu Balaghoh yang Pertama adalah Ilmu Bayan
Ilmu
bayan adalah kaidah-kaidah atau dasar yang menjelaskan keinginan tercapainya
satu makna yang menggunakan bermacam-macam gaya bahasa atau metode yang lebih
bertujuan menjelaskan secara rasionalitas yang semanis dengan maknya tersebut.
Objek sendiri dari ilmu bayan terdiri dari 3, yaitu Tasybih, Majaz Lughawi, dan
Kinayah. Al-Tasybih adalah pengembangan seni bertujuan untuk mendekatkan dan
menjelaskan suatu pemahaman. Tasybih sendiri merupakan ungkapan yang
menerangkan adanya kesamaan sifat di antara suatu hal dengan menggunakan tanda
atau kata sandang Kaf (bak/laksana) dan lainnya yang sejenis baik secara tersurat
atau tertulis ataupun tersirat atau lisan.
Objek
dari Ilmu Bayan dari Cabang Balaghoh selanjutnya adalah Majaz Lughawi
yang secara terminologi artinya nominal yang dimaksudkan untuk menunjuk sesuatu
tetapi yang bukan makna tekstual karena adanya kecocokan diantaranya. Majaz ini
terbagi menjadi 2, yaitu isti'arah yang
bersifat serupa dan mursal yang pemahamannya bersifat tidak serupa. Sedangkan
Kinayah secara etimologi artinya sesuatu yang dibicarakan oleh orang lain
tetapi dengan maksudnya lain. Atau ujarannya tidak menggunakan makna yang
sesungguhnya, akan tetapi tetap diperbolehkan karena tidak ada indikasi yang
melarang keinginan pemaknaan haqiqi.
Cabang Ilmu Balaghoh Kedua Ilmu Badi'
Perlu
anda ketahui bahwa Ilmu Badi' adalah ilmu yang mempelajari tentang beberapa
model keindahan stylistika dengan menggunakan beberapa bentuk ornamen perhiasan
kalimat sehingga menjadi lebih indah dan bagus. Kalimat dengan kesantunan dan
juga keindahan setelah disesuaikan dengan kondisi dan situasinya. Objek dari
cabang ilmu ini terdiri dari 2, yaitu al muhassinat al lafzhiyah atau keindahan
ujaran dan Al muhassinat al-maknawiyah atau keindahan makna. Al muhassinat al
lafzhiyah adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk ungkapan dengan model
keindahan pada bentuk kata-kata yang digunakannya.
Seperti
Jinas yang artinya adalah kesamaan dua kata dalam pelafalan namun maknanya
berbeda. Yang dimana Saj artinya yaitu
terdiri dari dua kalimat bahkan lebih yang mempunyai akhiran kalimat yang sama
hurufnya yang sering disebut fashilah dan setiap kalimat disebut fagrah. Tarshi
artinya adanya kesamaan di antara lafadz dalam fagrah pertama dengan fagrah
selanjutnya dalam wazan dan qafiyahnya. Dan ada lagi yaitu tasythir dimana adalah
ketika pembagian penyair terhadap shadr dan 'ajuz syair yang menjadi 2 bagian
dan antara shadr dan 'ajuz dibuat berbeda. Sedangkan objek dari cabang Ilmu Balaghoh
selanjutnya adalah al Muhassinat al-Maknawiyah yang artinya mempelajari tentang
bentuk ungkapan dengan model keindahan pada makna kata-kata yang digunakannya.
Diantaranya
adalah Al-Tauriyah yang ujarannya mempunyai 2 makna, yaitu pertama dekat dengan
penunjukan ujaran yang tampak dan kedua maknanya jauh berbeda dan penunjukannya
menggunakan makna tersirat. Thibag artinya terkumpulnya suatu kata dengan lawan
katanya dalam sebuah kalimat. Muqabalah artinya membuat susunan dua makna atau
lebih dan selanjutnya membuat makna kalimat yang berbeda dengan sebelumnya
dengan berurutan. Husnu al-ta'lil artinya pengingkaran seorang sastrawan secara
tersirat atas sebuah konvensi dan mendatangkan konvensi sastra baru tujuannya
sesuai dengan keinginannya. Dan yang terakhir adalah Uslub al-Hakim yang
terjadi ketika orang diajak berbicara menjawab sesuatu dan tidak sesuai dengan
yang diharapkannya.
Cabang Ilmu Balaghoh yang Ketiga adalah Ilmu Ma'ani
Selanjutnya
dari Cabang Ilmu Balaghoh yang ketiga merupakan ilmu yang mempelajari
dasar-dasar dan kaidah-kaidah yang menjelaskan tentang pola kalimat bahasa Arab
yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi serta tujuan dikehendakinya. Cabang
ilmu ini bertujuan untuk tidak menciptakan atau adanya kesalahpahaman pemaknaan
dari lawan bicaranya terhadap kalimat yang diucapkannya. Objeknya terdiri dari
4, yaitu Kalam Khabar yang artinya kalimat yang bisa dikatakan dengan jujur atau
bohong oleh orang yang bertanya, sering disebut juga dengan kalimat berita.
Dikatakan jujur apabila sesuai dengan fakta atau kebenaran dan sebaliknya,
bohong jika tidak sesuai fakta. Kalimat berita ada beberapa tujuan, antara lain
mendapatkan atau permohonan belas kasihan, penyesalan, dan memperlihatkan
kepasrahan atau kelemahannya.
Objek
yang kedua adalah Kalam Insya yang artinya kalimat tidak bisa dinilai berbohong
ataupun jujur yang terdiri dari thalaby dan ghair thalaby. Objek selanjutnya
Al-Qashar yang artinya mengkhususkan sesuatu dengan yang lainnya dengan cara
yang tentunya juga khusus. Kata pertama yang mengkhususkan adalah al-maqsur dan
kata kedua yang dikhususkan adalah al-maqsur 'alaihi. Dan objek yang terakhir
adalah Ijaz, Ithnab, dan Musawah yang artinya Ijaz dibalik kalimat yang pendek
terdapat makna yang luas. Ithnab adalah menambah kata yang ada di makna
sesungguhnya dengan tujuan tertentu. Sedangkan Musawah maknanya sepadan atau
sama dengan kata-katanya yang artinya tidak dilebihkan dan dikurangi.
Itulah
3 cabang dari ilmu Balaghoh yang harus diketahui terlebih dahulu sebelum
mempelajarinya lebih dalam lagi. Dengan begitu, akan lebih mudah memahaminya.
Anda juga perlu mengetahui apa manfaatnya jika mempelajari ilmu Balaghoh ini,
yaitu untuk menyampaikan makna dalam sebuah kata atau kalimat secara jelas dan
sempurna hingga membuat pembaca atau pendengar tersentuh ke dalam hatinya.
Dengan
keindahannya baik dari ungkapan yang menceritakan kegembiraan dan kekaguman
ataupun penyajiannya yang bagus kemungkinan besar akan membuat siapapun
tertarik untuk mempelajarinya atau membaca dan mendengarkannya. Dengan ilmu Balaghoh
tentunya akan membuat minat santri atau pelajar lainnya untuk mendalami ilmu
bahasa arabnya meningkat karena jika sudah mengetahuinya akan terasa
menyenangkan saat mempelajarinya. Sehingga tidak akan merasa berat lagi untuk
memperdalam bahasa arabnya.
Comments