BLANTERORIONv101

Fi’il Shohih dan Fi’il Mu’tal | Pembagian Fi’il

23 February 2021



Fi’il terbagi (berdasarkan kuat-lemah nya huruf-huruf penyusun fi’il) menjadi dua macam, keduanya  adalah: fi’il shohih dan fi’il mu’tal.

Macam yang pertama: Fi’il Shohih, ialah fi’il yang keseluruhan hurufnya asli, bukan tambahan, atau dengan kata lain, fi’il yang huruf-huruf aslinya shohih. Artinya fi’il shohih itu memiliki fa’ fi’il, ‘ain fi’il, dan lam fi’il selain huruf illat (huruf illah ada tiga : wawu, ya’, alif) dan selain hamzah maupun tadh’if. Seperti misal firman Allah :

وَإِذَا لَقُوْا الَّذِيْنَ آمَنُوْا قَالُوْ آمَنَّا ... (البقرة : 76)

Fi’il shohih terbagi lagi menjadi tiga macam :

1.     Salim : fi’il yang tak ada satupun huruf-huruf aslinya berupa huruf illat, tidak juga hamzah, ataupun mudho’af, misalnya : كَتَبَ  , ذَهَبَ , عَلِمَ , dan seperti misal firman Allah :

فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَاهِيْمَ الرَّوْعُ ... (هود : 74)

2.     Mahmuz : fi’il yang salah satu dari huruf-huruf aslinya berupa hamzah. Mahmuz ada tiga macam berdasarkan letak hamzah.

·        Mahmuz fa’ : ialah manakala fa’ fi’il yang berupa huruf hamzah, seperti  أَخَذَ, أَمَنَ , dan seperti misal firman Allah :

... وَقَدْ أَخَذَ مِيْثَاقَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ (الحديد : 8)

·       Mahmuz ‘ain : ialah ketika ‘ain fi’il (tengah) yang berupa huruf hamzah, seperti سَأَلَ , dan seperti misal firman Allah :

سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ (المعارج : 1)

·       Mahmuz lam  : ialah manakala lam fi’il yang berupa huruf hamzah, seperti قَرَأَ , نَشَأَ , ...

3.     Mudho’af : fi’il yang salah satu dari huruf-huruf aslinya ada yang diulang (dobel). Huruf yang diulang ini bukan huruf tambahan. Mudho’af ada dua macam:

·       Mudho’af tsulatsi, ialah fi’il yang ‘ain fi’il dan lam fi’il nya terdiri dari huruf yang sama, misalnya : مَدَّ , مَرَّ , dan seperti misal firman Allah :

...  وَهِيَ تَمَرُّ مَرَّ السَّحَابِ (النمل :88)

·       Mudho’af ruba’i, misalnya : زَلْزَلَ , وَسْوَسَ .

Pada macam ini, ada perbedaan antara mudho’af tsulatsi dengan mudho’af ruba’i. Jika fi’il tsulatsi terbagi menjadi tiga macam ; salim, mahmuz, dan mudho’af, sedangkan fi’il ruba’i ada dua macam ; shohih dan mudho’af. Karena itu, mudho’af dalam fi’il tsulatsi merujuk pada macam fi’il yang shohih, berbeda dengan mudho’af dalam fi’il ruba’i tidak demikian seperti contoh  kalimah وَسْوَسَ adalah termasuk mudho’af tetapi terdapat huruf illat berupa wawu. Adapun jika huruf yang diulang ialah huruf tambahan ; seperti عَظَّمَ , شَذَّبَ , اِشْتَدَّ , اِدْهَامَّ , اِعْشَوْشَبَ , maka bukan termasuk fi’il mudho’af.

 

Macam yang kedua: Fi’il Mu’tal, ialah fi’il yang salah satu dari huruf-huruf aslinya termasuk huruf illat (alif (ا), ya’ (و), wau (ي)). Misalnya ; وَعَدَ , قَالَ , رَمَى , هَوَى , dan lain sebagainya.  Telah dijelaskan oleh Ibnu Malik dalam khulashohnya :

وَأَيُّ فِعْلٍ آخِرٌ مِنْهُ أَلِفْ  أَوْ وَاوٌ أَوْ يَاءٌ فَمُعْتَلًا عُرِفْ

Fi’il Mu’tal dibagi menjadi empat macam :

·        Mu’tal Mitsal : fa’ fi’il nya yang berupa huruf ‘illat. Contoh : وَعَدَ , وَرِثَ , sebagaimana misal firman Allah :

وَعَدَ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَ عَمِلُوْا الصَّالحِاَتِ ... (المائدة : 9)

·        Mu’tal Ajwaf : ‘ain fi’il nya yang berupa huruf ‘illat. Contoh :  قَالَ , بَاعَ , sebagaimana misal firman Allah :

قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَا ثَةَ أَيَّامٍ إِلَّا رَمْزًا (آل عمران : 41)

·        Mu’tal Naqish : lam fi’il nya yang berupa huruf ‘illat contoh : رَضِيَ , رَمَى , sebagaimana misal firman Allah :

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ... (آل عمران : 38)

·       Mu’tal Lafif : dalam fi’i ini terdapat dua huruf ‘illat sekaligus.

Mu’tal Lafif ada dua macam :

1.   Lafif Maqrun : ialah ketika dua huruf ‘illat yang dimaksud tersebut posisinya saling berdekatan satu sama lain. Contoh شَوَى , نَوَى ,  sebagaimana firman Allah : نَزَّاعَةً لِلشَّوَى (المعارج : 16)

2.      Lafif Mafruq : ialah ketika dua huruf illat tersebut posisinya terpisah dengan huruf lain. Contoh : وَفَى , وَقَى , sebagaimana firman Allah :

 وَإِبْرَاهِيْمَ الَّذِيْ وَفَّى (النجم : 37)

Demikianlah pembahasan kali ini tentang pembagian fi’il berdasarkan kuat-lemah nya huruf-huruf penyusun fi’il yaitu fi’il shohih dan fi’il mu’tal serta macam-macam turunan dari kedua fi’il tersebut yang telah diperinci beserta contoh-contohnya. Semoga dapat menambah khazanah keilmuan bahasa Arab bagi kita semua. Sekian wassalaamu ‘alaikum wr.wb.

Sumber : al-Bidayah fi Ilm as-Shorf, Slamet Daroini.