Kebanyakan orang di Indonesia belajar bahasa Arab memiliki motivasi karena agama mereka adalah islam, mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama islam. Tentu saja hal ini tidaklah keliru, bahkan hal ini adalah salah satu motivasi utama yang bagus. Sebab dengan belajar bahasa Arab, sebagai umat islam diharapkan memahami al-qur’an dan al-hadist serta literatur yang membahas keduanya yakni kitab-kitab berbahasa Arab karya para ulama terdahulu yang telah disepakati kredibilitas serta terpercaya oleh umat muslim di Indonesia. Tetapi, tahukah anda bahwa masih ada alasan lain yang juga sangat penting untuk mempelajari bahasa Arab selain karena agama? Alasan yang dimaksud adalah karena banyak ilmuan Arab yang sangat berpengaruh penting dalam penemuan dan pengembangan keilmuan dunia. Berikut ini akan dirangkum biografi singkat dan peran 5 ilmuan Arab yang berpengaruh di dunia versi Bahasa Arab Gampang.
1.
Al-
Farabi
![]() |
| Sumber Gambar Al-Farabi |
Nama lengkap Al-Farabi adalah Abu
Muhammad ibn Muhammad ibn Tarkhan ibn Auzalagh, ia lahir di Wasij, distrik
Farab (sekarang dikenal dengan kota Atrar/Transoxiana) Turkistan pada tahun 257
H (870M). Di kalangan orang-orang Latin Abad Tengah, Al-Farabi dikenal dengan
Abu Nashr (Abunaser), sedangkan sebutan nama Al-Faraby diambil dari nama kota
Farab, tempat ia dilahirkan tersebut.
Di antara judul karya Al-Faraby :
1.
Al-Jam’u
baina Ra’yay Al-Hakimaini Aflathun wa Aristhu,
2.
Tahqiq
Ghardh Aristhu fi Kitab ma Ba’da Ath-Thabi’ah,
3.
Syarh
Risalah Zainun Al-Kabir Al-Yunani,
4.
At-Ta’liqat,
5.
Risalah
fima Yajibu Ma’rifat Qabla Ta’allumi Al-Falsafah,
6.
Kitab
Tahshil As-Sa’adah,
7.
Risalah
fi Itsbat Al-Mufaraqah,
8.
‘Uyun
Al-Masa’il,
9.
Ara’
Ahl Al-Madinah Al-Fadhilah,
10.
Ihsa’
Al-Ulum wa At-Ta’rif bi Aghrodita,
11.
Maqalat
fi Ma’ani Al-Aql,
12.
Fushul
Al-Hukm,
13.
Risalat
Al-Aql,
14.
As-Siyasah
Al-Madaniyah,
15.
Al-Masa’il
Al-Falsafiyah wa Al-Ajwibah ‘Anha.
Dari karya-karya tulisan di atas
menunjukkan dengan jelas bahwa Al-Farabi sangat ahli dalam bidang filsafat, di
samping bidang ilmu lainnya. Massignon, ahli ketimuran Prancis mengatakan bahwa
Al-Farabi adalah seorang filsus islam pertama. Meskipun sebelum dia, Al-Kindi
telah membuka pintu filsafat Yunani bagi
dunia Islam. Tetapi Al-Kindi tidak menciptakan sistem filsafat tertentu.
Sebaliknya, Al-Farabi telah menciptakan suatu sistem filsafat yang lengkap
seperti peranan yang dimiliki Plotinus bagi dunia Barat.
2. Ibnu Sina
![]() |
| Sumber Gambar Ibnu Sina |
Ibnu Sina lahir di Afshanah [desa
kecil dekat Bukhara, Ibu kota Dinasti Samaniyah di mana ayahnya seorang
Gubernur Kharmayathnah (Bukhara)]. Biografinya disebarkan oleh para mu’arikh
(sejarawan) Islam.
Karya Ibnu Sina yang sangat penting
dan berpengaruh besar dalam bidang kedokteran adalah Al-Qanun fi Ath-Thibb terdiri
atas lima bagian dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin beberapa kali.
Kitab/buku ini dianggap sebagai sumber rujukan medis paling penting, baik di
Timur maupun di Barat selama lima abad (yaitu, hingga awal abad ke-11
H/ke-17M), dan tetap menjadi sumber utama kedokteran yang dipraktekkan di
mana-mana, bahkan hingga kini, seperti di Anak Benua India-Pakistan.
3.
Al-Khawarizmi
![]() |
| Sumber Gambar Al-Khawarizmi |
Kontribusi kebudayaan Arab terhadap
budaya dan peradaban kita adalah berupa sistem angka Arab dan tentu saja
penemuan angka nol. Berkat kemajuan ini, terciptalah sistem angka 10 digit yang
lebih mudah dan lebih fleksibel daripada sistem angka Romawi. Gagasan
matematika yang membuat takut banyak siswa dan dan ternyata banyak digunakan di
era informasi kita saat ini terutama di situs jejaring sosial, yakni algoritma, ditemukan oleh
seorang ilmuan Arab yang jenius bernama Al-Khawarizmi.
Algoritma adalah ilmu dalam bidang
matematika, yang mengajarkan tentang langkah-langkah logis dalam menyelesaikan
masalah yang disusun secara sistematis. Algoritma juga menjadi jantungnya ilmu
informatika komputer. Dari semua karyanya dalam bidang matematika, dan sangat
berpengaruh bagi peradaban umat manusia, Al-Khawarizmi pun dinobatkan sebagai
“Bapak Matematika.
Bernama
lengkap Abdullah Muhammad ibn Musa Al-Khawarizmi, lahir di kota Khawarizm (yang
sekarang dikenal dengan Khiva), Uzbekistan pada tahun 780 M. Wafat di Baghdad
sekitar tahun 850 M. Al-Khawarizmi dikenal dengan bapak al-jabar karena telah
mengenalkan cos, sin, dan tan dalam trigonometri. Al-Khawarizmi adalah ilmuan
yang ahli dalam bidang matematika, astronomi, geografi, dan astrologi.
Karya
Al-Khawarizmi
· Kitab Al-Jam’ wa AT-Tafriq bi-Hisab Al-Hind (the book of addition
and Subtraction According to The Hindu Calculation). Di dalamnya, Al-Khawarizmi
menjelaskan tentang penjumlahan dan pengurangan berdasarkan kalkulasi hindu.
· Al-Kitab Al-Mukhtashar fi Hisab Al-Jabr wa-l-Muqabala (The
Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing).
Buku ini menjadi pondasi penting dalam aljabar di era modern.
Aljabar, juga menjadi materi yang banyak dipelajari di dunia saat ini.
4.
Ibnu
Khaldun
![]() |
| Sumber Gambar : Ibnu Khaldun |
Ibnu Khaldun lahir di Tunis pada
1332. Ibnu Khaldun merupakan keturunan Arab Hadramaut dari Yaman. Kakek dan
orang tuanya termasuk pelarian politik dari Andalusia yang kemudian menetap di
Tunis. Mereka mendapatkan kedudukan terhormat di tengah masyarakat Afrika Utara
dan Andalusia.
Nama Ibnu Khaldun mencuat secara
global pada abad ke-17. Sementara orang-orang Eropa baru mengetahui
karya-karyanya sejak abad ke-19. Dalam dunia modern, Ibnu Khaldun dikenal
dengan gelar atau sebutan yang macam-macam, mulai dari Bapak Sosiologi, peletak
dasar Filsafat Sejarah, perintis Ilmu Ekonomi, hingga penggagas teori politik.
Hal ini senada dengan penilaian para ahli yang menilai Ibnu Khaldun melalui
karyanya yaitu Muqaddimah, seperti seorang filsuf dan sejarawan Inggris,
Arnold J Toynbee yang menilai bahwa Ibnu Khaldun merupakan orang pertama yang
memperlakukan sejarah sebagai sebuah ilmu.
Kemudian, Charles Issawi mengatakan
Ibnu Khaldun adalah tokoh pertama yang menemukan dasar-dasar sosiologi.
Segenap gagasan Ibnu Khaldun bermuara pada kesimpulan bahwa fenomena masyarakat
dapat diteliti secara sains.
Lalu, Sarjana Amerika Serikat,
Philip K Hitti mengatakan bahwa kontribusi besar Ibnu Khaldun dengan pujian
yang amat panjang. “Belum pernah ada sebelum dia, baik itu Arab apalagi
Eropa yang memiliki pandangan komprehensif dan filosofis mengenai sejarah. Ibnu Khaldun Merupakan
filsuf-sejarah yang paling brilian yang pernah dihasilkan Dunia Islam. Dia
termasuk yang paling besar sepanjang sejarah.”
5. Ibnu Al-Haitham
![]() |
| Sumber Gambar Ibnu Al-Haitham |
Ilmuan Arab selanjutnya yang
berpengaruh dalam perkembangan dan kemajuan teknologi adalah Ibnu Al-Haitham.
Ia berasal dari Basrah, Irak. Walaupun awalnya ia adalah pegawai pemerintahan
namun akhirnya Ibnu Al-Haitham menyadari bahwa bakatnya menjadi ilmuan baik
fisika maupun filsafat.
Karyanya terhimpun dalam Kitab
Al-Manazir sudah diterjemahkan dalam
bahasa Inggris dengan judul The Book of Optics. Terdiri dari 7 jilid, di
dalamnya ada berbagai macam pembahasan mulai dari teori cahaya. Ia menentang
teori Euclid dan Ptolemi tentang benda terlihat karena cahaya keluar dari mata
manusia. Ia menunjukkan bahwa teori tersebut salah, yang benar adalah justru
cahaya yang datang kemudian terpantul dari objek tersebut. Cahaya lalu masuk ke
mata, kemudian terjadilah proses melihat. Uniknya karyanya ini ia keluarkan
saat sedang dipenjara di Kairo.
Kesimpulan dari tulisan ini adalah
bahwa dengan mempelajari bahasa Arab akan mudah bgi kita untuk membuka wawasan
tentang berbagai macam keilmuan masa lalu dengan mempelajari lagi karya-karya
ilmuan tersebut di atas yang pada masa sekarang telah berkembang menjadi
keilmuan yang pragmatis bagi kehidupan di masyarakat kita dan dunia.
Sumber :
Dedi Supriyadi. Pengantar
Filsafat Islam (Konsep, Filsuf dan Ajarannya). Bandung: Pustaka Setia.
Cetakan Pertama 2009.
www.gramedia.com





Comments