BLANTERORIONv101

Alasan Belajar Bahasa Arab Selain Karena Agama

16 June 2021

Kebanyakan orang di Indonesia belajar bahasa Arab memiliki motivasi karena agama mereka adalah islam, mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama islam. Tentu saja hal ini tidaklah keliru, bahkan hal ini adalah salah satu motivasi utama yang bagus. Sebab dengan belajar bahasa Arab, sebagai umat islam diharapkan memahami al-qur’an dan al-hadist serta literatur yang membahas keduanya yakni kitab-kitab berbahasa Arab karya para ulama terdahulu yang telah disepakati kredibilitas serta terpercaya oleh umat muslim di Indonesia. Tetapi, tahukah anda bahwa masih ada alasan lain yang juga sangat penting untuk mempelajari bahasa Arab selain karena agama? Alasan yang dimaksud adalah karena banyak ilmuan Arab yang sangat berpengaruh penting dalam penemuan dan pengembangan keilmuan dunia. Berikut ini akan dirangkum biografi singkat dan peran 5 ilmuan Arab yang berpengaruh di dunia versi Bahasa Arab Gampang.

1.     Al- Farabi

Sumber Gambar Al-Farabi


Nama lengkap Al-Farabi adalah Abu Muhammad ibn Muhammad ibn Tarkhan ibn Auzalagh, ia lahir di Wasij, distrik Farab (sekarang dikenal dengan kota Atrar/Transoxiana) Turkistan pada tahun 257 H (870M). Di kalangan orang-orang Latin Abad Tengah, Al-Farabi dikenal dengan Abu Nashr (Abunaser), sedangkan sebutan nama Al-Faraby diambil dari nama kota Farab, tempat ia dilahirkan tersebut.

Di antara judul karya Al-Faraby :

1.     Al-Jam’u baina Ra’yay Al-Hakimaini Aflathun wa Aristhu,

2.     Tahqiq Ghardh Aristhu fi Kitab ma Ba’da Ath-Thabi’ah,

3.     Syarh Risalah Zainun Al-Kabir Al-Yunani,

4.     At-Ta’liqat,

5.     Risalah fima Yajibu Ma’rifat Qabla Ta’allumi Al-Falsafah,

6.     Kitab Tahshil As-Sa’adah,

7.     Risalah fi Itsbat Al-Mufaraqah,

8.     ‘Uyun Al-Masa’il,

9.     Ara’ Ahl Al-Madinah Al-Fadhilah,

10.  Ihsa’ Al-Ulum wa At-Ta’rif bi Aghrodita,

11.  Maqalat fi Ma’ani Al-Aql,

12.  Fushul Al-Hukm,

13.  Risalat Al-Aql,

14.  As-Siyasah Al-Madaniyah,

15.  Al-Masa’il Al-Falsafiyah wa Al-Ajwibah ‘Anha.

Dari karya-karya tulisan di atas menunjukkan dengan jelas bahwa Al-Farabi sangat ahli dalam bidang filsafat, di samping bidang ilmu lainnya. Massignon, ahli ketimuran Prancis mengatakan bahwa Al-Farabi adalah seorang filsus islam pertama. Meskipun sebelum dia, Al-Kindi telah membuka pintu filsafat Yunani bagi  dunia Islam. Tetapi Al-Kindi tidak menciptakan sistem filsafat tertentu. Sebaliknya, Al-Farabi telah menciptakan suatu sistem filsafat yang lengkap seperti peranan yang dimiliki Plotinus bagi dunia Barat.

2.     Ibnu Sina

Sumber Gambar Ibnu Sina



Ibnu Sina lahir di Afshanah [desa kecil dekat Bukhara, Ibu kota Dinasti Samaniyah di mana ayahnya seorang Gubernur Kharmayathnah (Bukhara)]. Biografinya disebarkan oleh para mu’arikh (sejarawan) Islam.

Karya Ibnu Sina yang sangat penting dan berpengaruh besar dalam bidang kedokteran adalah Al-Qanun fi Ath-Thibb terdiri atas lima bagian dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin beberapa kali. Kitab/buku ini dianggap sebagai sumber rujukan medis paling penting, baik di Timur maupun di Barat selama lima abad (yaitu, hingga awal abad ke-11 H/ke-17M), dan tetap menjadi sumber utama kedokteran yang dipraktekkan di mana-mana, bahkan hingga kini, seperti di Anak Benua India-Pakistan.

3.     Al-Khawarizmi

Sumber Gambar Al-Khawarizmi


Kontribusi kebudayaan Arab terhadap budaya dan peradaban kita adalah berupa sistem angka Arab dan tentu saja penemuan angka nol. Berkat kemajuan ini, terciptalah sistem angka 10 digit yang lebih mudah dan lebih fleksibel daripada sistem angka Romawi. Gagasan matematika yang membuat takut banyak siswa dan dan ternyata banyak digunakan di era informasi kita saat ini terutama di situs jejaring sosial,  yakni algoritma, ditemukan oleh seorang ilmuan Arab yang jenius bernama Al-Khawarizmi.

Algoritma adalah ilmu dalam bidang matematika, yang mengajarkan tentang langkah-langkah logis dalam menyelesaikan masalah yang disusun secara sistematis. Algoritma juga menjadi jantungnya ilmu informatika komputer. Dari semua karyanya dalam bidang matematika, dan sangat berpengaruh bagi peradaban umat manusia, Al-Khawarizmi pun dinobatkan sebagai “Bapak Matematika.

Bernama lengkap Abdullah Muhammad ibn Musa Al-Khawarizmi, lahir di kota Khawarizm (yang sekarang dikenal dengan Khiva), Uzbekistan pada tahun 780 M. Wafat di Baghdad sekitar tahun 850 M. Al-Khawarizmi dikenal dengan bapak al-jabar karena telah mengenalkan cos, sin, dan tan dalam trigonometri. Al-Khawarizmi adalah ilmuan yang ahli dalam bidang matematika, astronomi, geografi, dan astrologi.

Karya Al-Khawarizmi

·       Kitab Al-Jam’ wa AT-Tafriq bi-Hisab Al-Hind (the book of addition and Subtraction According to The Hindu Calculation). Di dalamnya, Al-Khawarizmi menjelaskan tentang penjumlahan dan pengurangan berdasarkan kalkulasi hindu.

·       Al-Kitab Al-Mukhtashar fi Hisab Al-Jabr wa-l-Muqabala (The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing).

Buku ini menjadi pondasi penting dalam aljabar di era modern. Aljabar, juga menjadi materi yang banyak dipelajari di dunia saat ini.

 

4.     Ibnu Khaldun

Sumber Gambar : Ibnu Khaldun


Ibnu Khaldun lahir di Tunis pada 1332. Ibnu Khaldun merupakan keturunan Arab Hadramaut dari Yaman. Kakek dan orang tuanya termasuk pelarian politik dari Andalusia yang kemudian menetap di Tunis. Mereka mendapatkan kedudukan terhormat di tengah masyarakat Afrika Utara dan Andalusia.

Nama Ibnu Khaldun mencuat secara global pada abad ke-17. Sementara orang-orang Eropa baru mengetahui karya-karyanya sejak abad ke-19. Dalam dunia modern, Ibnu Khaldun dikenal dengan gelar atau sebutan yang macam-macam, mulai dari Bapak Sosiologi, peletak dasar Filsafat Sejarah, perintis Ilmu Ekonomi, hingga penggagas teori politik. Hal ini senada dengan penilaian para ahli yang menilai Ibnu Khaldun melalui karyanya yaitu Muqaddimah, seperti seorang filsuf dan sejarawan Inggris, Arnold J Toynbee yang menilai bahwa Ibnu Khaldun merupakan orang pertama yang memperlakukan sejarah sebagai sebuah ilmu.

Kemudian, Charles Issawi mengatakan Ibnu Khaldun adalah tokoh pertama yang menemukan dasar-dasar sosiologi. Segenap gagasan Ibnu Khaldun bermuara pada kesimpulan bahwa fenomena masyarakat dapat diteliti secara sains.

Lalu, Sarjana Amerika Serikat, Philip K Hitti mengatakan bahwa kontribusi besar Ibnu Khaldun dengan pujian yang amat panjang. “Belum pernah ada sebelum dia, baik itu Arab apalagi Eropa yang memiliki pandangan komprehensif dan filosofis mengenai  sejarah. Ibnu Khaldun Merupakan filsuf-sejarah yang paling brilian yang pernah dihasilkan Dunia Islam. Dia termasuk yang paling besar sepanjang sejarah.   

5.     Ibnu Al-Haitham

Sumber Gambar  Ibnu Al-Haitham


Ilmuan Arab selanjutnya yang berpengaruh dalam perkembangan dan kemajuan teknologi adalah Ibnu Al-Haitham. Ia berasal dari Basrah, Irak. Walaupun awalnya ia adalah pegawai pemerintahan namun akhirnya Ibnu Al-Haitham menyadari bahwa bakatnya menjadi ilmuan baik fisika maupun filsafat.

Karyanya terhimpun dalam Kitab Al-Manazir  sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul The Book of Optics. Terdiri dari 7 jilid, di dalamnya ada berbagai macam pembahasan mulai dari teori cahaya. Ia menentang teori Euclid dan Ptolemi tentang benda terlihat karena cahaya keluar dari mata manusia. Ia menunjukkan bahwa teori tersebut salah, yang benar adalah justru cahaya yang datang kemudian terpantul dari objek tersebut. Cahaya lalu masuk ke mata, kemudian terjadilah proses melihat. Uniknya karyanya ini ia keluarkan saat sedang dipenjara di Kairo.

Kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa dengan mempelajari bahasa Arab akan mudah bgi kita untuk membuka wawasan tentang berbagai macam keilmuan masa lalu dengan mempelajari lagi karya-karya ilmuan tersebut di atas yang pada masa sekarang telah berkembang menjadi keilmuan yang pragmatis bagi kehidupan di masyarakat kita dan dunia.

Sumber :

Dedi Supriyadi. Pengantar Filsafat Islam (Konsep, Filsuf dan Ajarannya). Bandung: Pustaka Setia. Cetakan Pertama 2009.

www.republika.co.id

www.ruangguru.com

www.superprof.co.id

www.gramedia.com