BLANTERORIONv101

Keterkaitan Nahwu dan Shorof

21 April 2019
Gambar: Hubungan antara Nahwu dan Shorof




Nahwu adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara menyusun jumlah (kalimat) yang baik dan benar. Ada dua istilah dalam kaidah ilmu nahwu yang sering dibahas ialah ‘amil dan i’rab. ‘Amil sendiri berfungsi untuk menentukan perubahan makna serta harokat suatu kalimah (kata), sedangkan perubahan bentuk harakat inilah yang biasa disebut dengan istilah i’rab.
Kemudian, apa keterkaitan ilmu nahwu dengan ilmu shorof?
Keterkaitan nahwu dan shorof sering dihubungkan dengan pepatah:
 اَلصَّرْفُ أُمُّ الْعِلْمِ وَ النَّحْوُ أَبُوْهَا  
(‘shorof itu seumpama ibu ilmu (bahasa arab) dan nahwu adalah ayahnya’).
Kedua ilmu ini ada yang mengistilahkan sebagai Ilmu Alat, sebab keduanya adalah alat untuk kita dapat memahami bahasa arab, baik yang berbentuk tulisan maupun ucapan penuturnya.
Nahwu dan shorof sering juga diucapkan menjadi satu idiom, yakni nahwu-shorof. Nahwu dan shorof merupakan cabang ilmu bahasa arab yang dianggap sebagai ilmu yang harus dipelajari terlebih dahulu oleh pemula untuk bisa memahami bahasa arab.
Perbedaan yang mendasar adalah jika ilmu shorof membahas tentang perubahan bentuk-bentuk kata, kemudian dari perubahan ini melahirkan macam-macam kata.
Sedangkan ilmu nahwu memberikan kita kaidah cara menyusun komposisi kalimat sehingga membentuk kalimat utuh yang benar. Termasuk memberi harakat yang benar, dalam hal  ini berkaitan dengan ‘irab yang telah saya sebutkan di awal pembahasan tentang nahwu.
Penerapan ilmu shorof pada contoh berikut ini:
·       عَالِمٌ (ahli ilmu)
·       مَعْلُوْمٌ (yang diketahui)
·       مُعَلِّمٌ (guru)
·       تَعْلِيْمٌ (pendidikan)
·       مُتَعَلِّمٌ (pelajar)
Dari contoh tersebut kita lihat bahwa yang menjadi akar kata adalah terdiri dari tiga huruf dasar ialah ع ل م (‘ain, lam, mim) yang kemudian mengalami perubahan bentuk sesuai wazan (rumus) dan tentunya membawa makna tersendiri dari setiap perubahan. Coba lihat pada link ini tentang shorof.
Berikutnya, penerapan ilmu nahwu pada jumlah (kalimat) berikut ini:
1.     نَصَرَ زَيْدٌ بَكْرًا (Zaid menolong Bakr)
2.     نَصَرَ زَيْدًا بَكْرٌ (Bakr Menolong Zaid)
Perbedaan harakat dari kedua contoh di atas menentukan siapa pelakunya dan siapa objeknya. Pada contoh 1 Zaid berharakat dhommatain, ini menunjukkan bahwa Zaid adalah pelakunya, kemudian pada contoh 2 Zaid berharakat fathatain posisinya sebagai objek. Sampai di sini sudah mulai paham  kan?